Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (14/2/2017), dia kerap menulis dari pukul 11 malam hingga 5 subuh. Novel yang tengah digarapnya masih bergenre fiksi kriminal. Ruang kerjanya adalah sebuah meja kecil yang ditumpuk dengan banyak buku di sudut apartemennya di sebuah kawasan di Buenos Aires.
"Saya selalu menulis setiap kali aku ada waktu, di mana pun saya bisa. Meski siang hari ketika saya beristirahat dari pekerjaan petugas kebersihan subway," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menceritakan menghabiskan tiga tahun tinggal secara ilegal di Amerika Serikat sebelum akhirnya dideportasi. Ketika pulang kampung, Ferrari langsung menerbitkan novel pertamanya yang berjudul 'Operation Bukowski' pada 2004 lalu.
Novel misteri pembunuhan berjudul 'Que de lejos parecen moscas' berhasil memenang hadiah di festival fiksi kriminal bergengsi di Spanyol. Lalu, diterbitan ke dalam bahasa Prancis, Meksiko, dan Italia.
Cerita mengenai kisah hidup Ferrari mencuat dan diliput awak media sejak pertengahan tahun lalu. Dia diketahui bekerja tak hanya sebagai penulis karena penghasilan penulis tak bisa mencukupi kehidupannya di Argentina. Padahal namanya sudah dikenal di ranah sastra internasional dan berhasil menerima sejumlah penghargaan internasional.
Sebelumnya lagi dia pernah memenangkan sebuah penghargaan untuk novel thriller politik dengan setting perang saudara Spanyol. Novel tersebut berjudul 'Lo Que No Fue'.
(tia/tia)











































