Dikutip dari Reuters, Selasa (8/11/2016), tim dewan juri menulis bahwa buku yang ditulisnya terdapat banyak detail, berlapis, dan drama yang kompleks. Novel yang menceritakan persoalan penerbangan, perempuan muda asal Tiongkok yang memprotes usai peristiwa di Tiananmen Square.
Di lokasi tersebut pernah terjadi Revolusi Kebudayaan Mao Zedong di pertengahan abad ke-20 dan terjadi pembantaian di Lapangan Tiananmen. Buku ini dinominasikan untuk Man Booker, namun kalah di kompetisi buku bergengsi dunia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukunya dipublikasikan di Kanada, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Bukunya telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa.
(tia/mah)











































