Berbagi Mimpi, Membuka Pintu Surga

Laporan dari Seoul

Berbagi Mimpi, Membuka Pintu Surga

M.Modin - detikHot
Selasa, 21 Jun 2016 10:04 WIB
Berbagi Mimpi, Membuka Pintu Surga
Foto: M.Modin/ detikHOT
Busan - Penulis bukan hanya datang dari kalangan pelajar. Di Korea, sebagian pendulang devisa, istilah untuk TKI, juga punya semangat yang sama. Dalam setengah tahun ini saja sudah dua buah buku mereka telorkan. Mereka, rupanya, ingin berbagi pengalaman tentang pengalaman hidup di Korea.

Hari Minggu kemarin (19/6/2016), buku "Serpihan Mimpi di Negeri Ginseng" goresan anak-anak pendulang devisa dari Busan benar-benar diluncurkan. Bertempat di masjid Al-Fatah Dusil, para penulis, hadirin dan pembedah ngeriung bersama. Cuaca dengan suhu 21 derajat Celcius menambah suasana peluncuran buku makin seru.

Menurut Alex Dharmawan, sang editor, buku ini sebenarnya terbit dengan tertarih-tatih. Pengumpulan naskahnya butuh waktu kisaran setahun. Maklumlah, rata-rata penulis adalah para pemula yang terkadang masih kesulitan mengungkapkan imajinasinya. Namun demikian, berkat dorongan dari semua pihak, buku ini bisa hadir di depan para pembaca semua. "Inilah buku tentang realitas kehidupan anak rantau di Korea yang semoga menjadi pelajaran bagi mereka yang akan datang ke sini," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Dalam membedah buku tersebut, M Aji Surya dan Indra Wujayanto menyatakan apresiasinya atas kerja keras para pendulang devisa. Dikatakan bahwa menulis adalah pekerjaan mudah, namun yang menginspirasi secara terstruktur dalam tulisan tidak semua orang mampu melakukannya. "Di masa depan, penulisan buku harus lebih fokus, detail dan memahami kemauan pembaca sehingga lebih enak dikunyah-kunyah," ujar Aji dengan semangat.



Terlepas dari berbagai kekurangan buku ini, yang jelas keberanian para WNI untuk menulis layak diacungi jempol. Masih terlalu sedikit WNI di Korea yang mau mencoba dan mampu menggoreskan tintanya untuk bisa dinikmati oleh publik. Sebagian besar lebih suka bermain Facebook. Diharapkan buku ini menjadi pendorong semua kalangan untuk mulai menulis dan tentunya, berani bermimpi untuk sebuah kesuksesan besar.

Yang jelas, buku ini bermanfaat, baik sebagai tonggak sejarah pribadi maupun pembelajaran bagi kalangan umum. Menulis, kata Aji, dapat membukakan pintu surga lebar-lebar. "Menulis bisa membuat Anda terkenal dan kemungkinan membawa masuk surga. Banyak orang sedekah dengan uang tapi hanya sedikit yang sedekah dengan inspirasi," celotehnya yang diamini para hadirin.

(tia/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads