Dilansir dari Guardian, Rabu (1/6/2016), pada Juni 1865 silam, sebanyak dua ribu eksemplar dari buku cerita anak-anak klasik tersebut diterbitkan. Penerbit Macmillan & Co berencana untuk merilisnya pada 4 Juli, tapi terlebih dahulu mengirim kepada penulis sebanyak 50 eksemplar.
Namun, kabar mengejutkan datang dari ilustrator John Tenniel. Dia mengatakan tidak puas dengan gambar hasil percetakan buku tersebut dan menyatakan ingin menariknya, sehingga penulis meminta penerbit tidak memperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat cetakan ulang, Carroll harus menderita secara keuangan dan jika hasil penjualan edisi pertama ludes, tetap saja tidak menutupi di edisi kedua," kata peneliti 'Alice in Wonderland', Morton N.Cohen.
Buku ini pun menjadi salah satu kisah yang paling dicintai dalam sejarah sastra anak-anak. Edisi pertama yang bakal di lelang pekan depan, menjadi pilihan kolektor untuk memilikinya. Balai Lelang Christie New York menilai salinan legendaris tahun 1865 merupakan buku langka yang dicari kolektor selama ini.
(tia/mmu)











































