#77PortraitAnakBangsa

Nurul Susantono, Sosok Pemuda di Balik Kesukesan Jakarta Movin

Sukma Nur - detikHot
Kamis, 11 Agu 2022 18:48 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G.
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Foto: Dok OPPO
Jakarta - Pada tahun ini Musikal Petualangan Sherina berhasil mendulang kesuksesan. Hal yang sama seperti pertunjukan perdananya di tahun 2017. Keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari peran para pemain yang berhasil menyampaikan cerita dan membangun suasana. Tidak perlu diragukan, karena para pemeran adalah mereka para pemuda yang tergabung dalam komunitas bernama Jakarta Movement of Inspiration atau kerap dikenal dengan Jakarta Movin.

Jakarta Movin adalah komunitas seni pertunjukan pemuda terbesar yang ada di Jakarta. Komunitas ini dibentuk oleh dua pemuda bernama Nurul Susantono dan Farras Safira di akhir tahun 2013. Sebagai salah satu orang yang berperan penting dalam hadirnya Jakarta Movin, Nurul Susantono yang saat itu baru berusia 21 tahun diketahui memang memiliki ketertarikan dengan pertunjukan musikal sejak dirinya duduk di bangku SMA hingga kuliah.

Sejak saat itu, Nurul berkeinginan untuk mengumpulkan para alumni sekolahnya dan pemuda di Jakarta untuk berkolaborasi membuat sebuah pertunjukan musikal. Keinginan Nurul akhirnya terwujud di tahun 2014, di mana ia bersama Jakarta Movin berhasil menunjukkan karya perdananya yang bertajuk Musikal Sekolahan. Debut Jakarta Movin saat itu dinyatakan berhasil karena ditonton dan menghibur lebih dari 2.000 penonton.

Selanjutnya, Nurul bersama Jakarta Movin kembali menggelar pertunjukan pada Agustus 2015. Membalut tema persatuan dengan sentuhan budaya Indonesia, Jakarta Movin mempersembahkan pertunjukan yang berjudul Gemuruh. Pertunjukkan tersebut kembali sukses, membuat Jakarta Movin menggali ide-ide kreatif lainnya untuk menggelar seni pertunjukan yang dinantikan oleh banyak orang. Sampai tahun 2022, tercatat sejumlah pertunjukkan yang berhasil dan sukses digelar Jakarta Movin.

Anggota komunitas yang tergabung dalam Jakarta Movin tercatat ada 300 orang dalam 4 angkatan. Namun, hanya ada 50 orang yang terlibat aktif dalam latihan rutin. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat Jakarta Movin, karena sesuai dengan harapannya agar menjadi komunitas yang bisa menjadi tempat belajar para pemuda untuk mendalami seni pertunjukan dan dunia entertainment, maka Jakarta Movin kerap membuka pendaftaran anggota bagi para pemuda yang berminat.

Nurul bersama Jakarta Movin juga berharap di masa yang akan datang mereka bisa menjadi wadah yang mempertemukan dan mempersatukan para peminat kesenian. (fhs/ega)