detikHot

art

Mempopulerkan Sandiwara Sastra yang Gaet 27 Aktor dan Aktris Indonesia

Selasa, 07 Jul 2020 10:58 WIB Tia Agnes - detikHot
Sandiwara Sastra Sandiwara Sastra menggaet 27 figur publik Indonesia Foto: sandiwara sastra/ instagram
Jakarta -

Sandiwara Sastra hadir pertama kalinya di tengah pandemi COVID-19. Sebanyak 27 aktor, aktris, dan tokoh Indonesia terlibat dalam Sandiwara Sastra yang digagas oleh Titimangsa Foundation, KawanKawan Media, dan didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Program Sandiwara Sastra mengadaptasi karya sastra anak bangsa ke dalam bentuk audio. Produser Sandiwara Sastra, Yulia Evina Bhara, mengatakan ide sudah dimulai pada 2018 dan baru terealisasi saat pandemi COVID-19.

"Sandiwara Sastra lahir di waktu yang tepat. Di sastra, kita belajar rasa kemanusiaan dan solidaritas untuk satu langkah. Sejak bulan April sampai Juli, sudah ada 6 karya sastra yang direkam," tutur Yulia Evina Bhara, saat jumpa pers virtual Sandiwara Sastra di akun YouTube @budayasaya.



Ada 6 karya sastra yang sukses dialihwahanakan. Di antaranya Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, cerpen Mencari Herman karya Dee Lestari, novel Helen dan Sukanta Pidi Baiq, cerpen Kemerdekaan Putu Wijaya, Lalita Ayu Utami, dan cerpen Berita dari Kebayoran Pramoedya Ananta Toer.

"Prosesnya dilakukan di tempat yang berbeda dan sangat intens, sutradara Gunawan Maryanto di Yogyakarta, penulis naskah Ahda Imran di Bandung dan Putu Wijaya di Jakarta, Iswadi Pratama di Lampung. Aktor-aktor tinggal di kota yang berbeda. Ario Bayu merekam di Eropa dan Iqbaal Ramadhan di Melbourne," jelasnya

Sandiwara SastraSandiwara Sastra menggaeet 27 figur publik Indonesia Foto: sandiwara sastra/ instagram



Sandiwara Sastra menggaet sebanyak 27 figur publik. Di antaranya adalah Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, Marsha Timothy, Vino G Bastian, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Najwa Shihab, Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Chelsea Islan, Pevita Pearce, dan masih banyak lagi.

Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid, mendukung 100 persen penyelenggaraan Sandiwara Sastra. "Belum setengah jalan, saya langsung setuju saja," katanya.

"Karya sastra itu luar biasa penting dalam pembentukan jati diri. Kalau kita ingat, sandiwara audio populer sekali dan sekarang mau dihidupkan kembali," ungkap Hilmar Farid.



Ia menambahkan, "20 tahun lalu mengalami tantangan dengan media elektronik dan televisi, sekarang meredup. Sekarang ada ketertarikan dalam podcast."

Sandiwara Sastra bakal tayang di spotify podcast @budayakita mulai Rabu (8/7/2020) berdurasi 30 menit pukul 17.00 WIB setiap pekan. Sandiwara Sastra juga dapat didengarkan di Radio Republik Indonesia (RRI).

Pevita Pearce turut bahagia diajak dalam Sandiwara Sastra. "Biasanya kan akting suara depan kamera. Tapi pengalaman yang menyegarkan juga di masa pandemi. Mudah-mudahan ini bisa mengajak masyarakat untuk mengenal karya sastra Indonesia," pungkas Pevita Pearce.




Simak Video "Alasan Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com