Kelimpungan saat Pandemi, Pelaku Seni Rembang Jadi Tukang Pijat sampai Menganggur

Arif Syaefudin - detikHot
Selasa, 16 Jun 2020 15:07 WIB
Pelaku Seni di Rembang
Foto: Arif Syaefudin - detikcom
Rembang -

Para seniman di Kabupaten Rembang menjadi kalangan yang terdampak akibat pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Seperti yang dialami Gunadi (35) pelaku kesenian ketoprak asal Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber. Untuk mencukupi nafkah hidup keseharian, ia kini beralih profesi jadi tukang pijat.

"Saya bagian backing vocal, tapi ini ada Corona sama sekali nggak manggung. Untuk cari makan, ya sekarang tukang pijat," kata Gunadi ditemui di rumahnya, Selasa (16/6/2020).

Padahal, menurut Gunadi, bulan Syawal seperti saat ini merupakan bulan yang cukup ramai pentas di tahun-tahun sebelumnya. Namun kini justru sama sekali tak ada tawaran manggung.



"Harusnya bulan-bulan seperti ini ramai-ramainya pentas. Tapi ini sama sekali nggak ada. Harapan saya ya biar Corona ini segera berlalu dan berakhir. Izin keramaian untuk pentas ada lagi," akunya.

Senada, Jarwan (64) sutradara ketoprak warga Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori, Rembang mengaku kini menganggur semenjak adanya pandemi COVID-19.

"Terlebih saat ini saya sakit, aktivitas terbatas. Jadi untuk pekerjaan sudah tidak ada lagi, hanya dari anggota keluarga yang membantu soal ekonomi," paparnya.

Sementara itu, wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto yang mengunjungi sejumlah pelaku kesenian di Rembang mengaku prihatin atas kondisi mereka saat ini.



"Saya dicurhati tadi, mereka bahkan harus jadi tukang pijat, garap pertanian di tanah orang, sehingga mereka ini perlu perhatian. Khususnya mereka pelaku kesenian yang dari kalangan menengah kebawah," katanya.

Ia pun menyebut rencana Pemerintah Kabupaten Rembang yang akan menggelar panggung virtual, yang dimeriahkan oleh para pelaku seni di Kabupaten Rembang.

"Nanti barangkali bisa kita dorong untuk diadakan konser secara virtual, kita galang donasi disana. Pemerintah semoga bisa memfasilitasi itu, tentunya kita laksanakan dengan protokol. Kesehatan. Kemarin sempat kita gelar secara pribafi kami menggandeng dalang sigit, wayangan semalam suntuk. Hasil donasi yang terkumpul kemudian kami bagikan hari ini kepada para pelaku kesenian yang terdampak," pungkasnya.



Simak Video "Mural di Yogya Dihapus Satpol PP, Seniman: Kita Berhak Bersuara!"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)