Cerita di Balik Lukisan Kartika Affandi, Putri Sang Maestro Lukis

Inkana Putri - detikHot
Jumat, 24 Apr 2020 11:11 WIB
Kartika Affandi - Mola TV
Foto: dok Mola TV
Jakarta -

Siapa yang tidak kenal sosok maestro seni lukis Indonesia, Affandi. Seorang pelukis terkenal hingga di dunia internasional berkat gaya dan konsep lukisnya yang khas. Menjadi anak dari maestro lukis ternama tentunya tidak mudah, hal ini dialami oleh Kartika Affandi.

Selain seringkali dikaitkan dengan sang ayah, Kartika atau yang akrab dipanggil mami ini juga harus berjuang mempertahankan karya peninggalan sang ayah.

Meskipun begitu, Kartika mengaku bahwa selama ini ayahnya lebih sering mengajarkan kepada anaknya tentang kepekaan terhadap kemanusiaan dibandingkan formalitas agama. Pasalnya, sang ayah tidak pernah menekankan agama apa yang harus dianut oleh anak-anaknya.

"Waktu tahun 1949 sama papi di bawa ke Nepal ke kaki gunung Himalaya. Nah, kita kalau ke kuil dikasih air suci ya kita terima. Jaddi sama papi tuh tidak ditekankan kamu harus masuk agama apa. Yang ditekankan lihat itu orang sampai nggak ada yang ngerawat. Orang tidak punya saudara tapi pemerintah pun nggak ngejaga," ujarnya.

Untuk urusan lukis melukis, Kartika juga tidak ingin dirinya dikaitkan oleh sang ayah. Ia mengaku tidak ingin menjadi Affandi kedua dan akhirnya mencari jati dirinya sendiri.

"Mami bilang gini, mami gamau jadi Affandi kedua. Akhirnya ke Prancis nonton pameran dan kebetulan ada lukisan jepang sama cina klasik yang tanpa warna. Disitu ya aku mikir andaikan ini teknik Affandi tapi feelingnya feeling sendiri ya jadinya lukisan hitam putih itu," jelasnya.

Kartika juga bercerita, bahkan ada sebuah lukisan yang untuk proses melukisnya ia perlu melihat darah dan kepala kerbau terlebih dahulu. Hal ini dilakukan demi mendalami cerita dalam lukisan tersebut.

"Umpamanya yang itu kepala ku pecah, itukan kebingungan antara apakah saya harus lepaskan beban sebagai seorang istri atau saya harus menyelamatkan keluarga besar. Dari kebingungan itu mami bikin potret diri dengan sketsa disobek-sobek. Nah abis itu, mami harus melihat merah darah, otak, dan segala macem pakai kepala kerbau. Ya jadinya itu," katanya.

Hingga akhir hidupnya, sang ayah tidak pernah memuji lukisannya bagus. Ia mengaku hal itu dilakukan agar tidak ada limit dalam melukis, dan supaya dirinya terus berkarya. Selain hal tersebut, Kartika juga bercerita tentang bagaimana dirinya terlibat dalam seni lukisan telanjang dan juga bagaimana caranya menjaga karya-karya sang ayah di Museum Affandi yang ada di Yogyakarta.

Penasaran seperti apa kisahnya? Semua kisah Kartika Affandi dan sang ayah bisa kamu lihat di acara Blusukan Butet Kartaredjasa: Kartika Affandi di Mola TV. Di acara ini, Anda juga bisa melihat lukisan-lukisan karya Kartika Affandi beserta cerita dibaliknya.

Semua itu bisa dilihat melalui paket Corona Care Mola TV. Dalam program ini, Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli melalui Corona Care, sebuah program yang bertujuan untuk membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

Program ini dapat disaksikan juga dengan memberikan sumbangan yang beragam mulai dari Rp 0 hingga Rp 5 juta. Nantinya setiap sumbangan tersebut akan digandakan Mola TV dan disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan wabah virus COVID-19.



Simak Video "Bayern Bantai Schalke 8-0, Serge Gnabry Hat-trick"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)