3 Karya Kontroversi Banksy yang Dibuat di Dinding Rumah Warga

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 22 Jan 2019 12:23 WIB
3 Karya Kontroversi Banksy yang Dibuat di Dinding Rumah Warga Foto: BBC
Jakarta - Seniman asal Inggris Banksy kerap menuai kontroversi dengan karya-karya grafiti yang diciptakan. Baru-baru ini ia menggambar grafiti di tembok garasi rumah warga di Port Talbot, Inggris dan berhasil terjual Rp 2,3 miliar.

Karyanya dijual setelah pemilik rumah kesal ada 2.000 orang yang mengunjungi rumahnya setiap hari. Dari pengunjung yang berasal di Amerika hingga Australia.



Sebelum karya 'Season's Greetings', ada 3 karya kontroversi Bansky yang juga muncul di rumah warga maupun kelab hiburan di kota kecil Inggris. Berikut di antaranya:

1. Spy Booth

3 Karya Kontroversi Banksy yang Dibuat di Dinding Rumah Warga3 Karya Kontroversi Banksy yang Dibuat di Dinding Rumah Warga Foto: BBC


Grafiti 'Spy Booth' muncul di tahun 2013 di kota kecil Cheltenham, Inggris. Karya ini langsung menghebohkan di media sosial karena berada di salah satu sudut rumah sebuah organisasi pemerintah. Setelah viral, dua tahun kemudian grafitinya hilang.

Penduduk setempat tidak yakin apakah grafitinya sengaja dihapus oleh oknum tertentu. Atau dibongkar dan sengaja diambil.

2. Art Buff

3 Karya Kontroversi Banksy yang Dibuat di Dinding Rumah Warga3 Karya Kontroversi Banksy yang Dibuat di Dinding Rumah Warga Foto: Banksy/ Istimewa


Di tahun 2014, Banksy memunculkan grafiti yang dibuat di Folkestone, Ingggris. Grafitinya menggambarkan seorang perempuan memakai headphone dan memandangi sebuah tanaman. Banksy menyebutkan sebagai salah satu seri grafiti yang pernah dibuatnya di dinding rumah warga.

Karya itu sempat dipindahkan dan diterbangkan ke Miami oleh seorang art dealer. Namun hakim Inggris memutuskan karya grafiti Banksy adalah milik negara Inggris dan harus dikembalikan.

3. Mobile Lovers

Di tahun yang sama, ada grafiti sepasang kekasih yang tengah berpelukan dan berciuman. Namun keduanya sama-sama memegang telepon seluler. Karya yang muncul di dinding kelab hiburan di Bristol itu juga menuai kontroversi.

Pemilik kelab memindahkan grafitinya ke dalam kelab, dan meminta orang-orang yang ingin melihat untuk membayar. Banksy pun menulis surat kepada pihak kelab kalau karyanya asli dan agar menjualnya kepada seorang kolektor. Akhirnya 'Mobile Lovers' pun terjual Rp 7,3 miliar.

(tia/ken)