detikHot

art

Mainan Rp 52 Juta Zumi Zola Patung Bukan Action Figur, Bedanya?

Selasa, 28 Agu 2018 18:16 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Faiq Hidayat-detikcom Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Jakarta -

Artis Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi Rp 44 miliar. Dari angka itu, Rp 52 juta disebut dipakai untuk membeli action figure.

Angka itu cukup mencengangkan publik. Banyak orang bertanya-tanya, mengapa mainan saja bisa semahal itu?

Pendiri Komunitas Action Figure Indonesia Billy Pratomo mengatakan, 'mainan' yang dibeli Zumi Zola sebenarnya bukan action figure malainkan statue.

"Kalau action figure itu bisa digerakkan, dinamis, beda seperti statue yang memang masuk ke fine art. Dan harga statue itu beragam," ujar Billy ketika dihubungi detikHOT, Selasa (28/8/2018).

Statue yang dibeli Zumi Zola diproduksi oleh XM Studios dan untuk action figur diproduksi oleh Hot Toys Limited dan masuk dalam kategori terbatas. Produksinya terbatas hanya sekitar 500 sampai 1000.

Perbedaan lain antara statue dan action figure juga bisa dilihat dari ukurannya. Menurut Billy, statue atau patung memiliki ukuran lebih besar sekitar 30 cm dari standar 17 cm. Detail-detailnya pun lebih rapi.

"Yang limited itu bisa ditambah tanda tangan, jadi nilainya double. Dan harga awalnya sekitar Rp 1,5 sampai Rp 2 juta," kata Billy.

"Bisa harganya Rp 10 jutaan kalau sudah langka di pasaran. Langka dan harga naik kalau karena dijadikan investasi," lanjut Billy.

Billy mengatakan, meski harga statue terbilang mahal, dia yakin barang yang dibeli Zumi Zola tidak hanya satu. Dengan Rp 52 juta, Billy menyebut Zumi Zola membeli beberapa barang.

"Kalau yang dibeli Zumi Zola kalau barang baru pasti beberapa statue dan action Figure. Pastinya bukan cuma satu barang item saja," katanya.

Dalam dakwaannya disebutkan Zumi Zola membeli action figure dari Hot Toys Limited dan XM Studios. XM Studios merupakan produsen khusus dari Singapura untuk patung-patung superhero, film, games, sampai horor.

Kalau Hot Toys Limited berasal dari Hong Kong namun distribusinya bisa sampai ke Amerika Serikat. "Kalau kolektor Indonesia biasanya beli langsung dari Hong Kong," katanya.




(tia/ken)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com