DetikHot

art

Gedah Sinanggling Membangkitkan Seni Lukis Kaca yang Mulai Pudar

Selasa, 07 Ags 2018 11:20 WIB  ·   Hanifah Ludfiana - detikHOT
Gedah Sinanggling Membangkitkan Seni Lukis Kaca yang Mulai Pudar Foto: Hanifah Ludfiana
Jakarta - Tidak banyak seniman yang menekuni seni lukis kaca di Indonesia. Boleh dibilang memudar dan kalah pamor dengan seni lukis lainnya terutama seni lukis kanvas.

Empat perupa kaca yang tergabung dalam Kelompok Lukis Kaca Gedah Sinanggling menggelar pameran bersama di Tahun Mas Artroom Jalan Raya Kasongan, Kajen, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul. Mereka adalah Subandi (Subandi Giyanto), Agus Nuryanto, Iskandar Sulasno dan Rina Kurniyati.

Sebanyak 59 karya dipamerkan di tempat itu. Mereka juga mengajak seniman lukis kaca dari anak muda. Pameran lukis kaca berjudul 'Berkaca Pada Kaca' akan berlangsung hingga tanggal 10 Agustus 2018.

Gedah Sinanggling Membangkitkan Seni Lukis Kaca yang Mulai PudarFoto: Hanifah Ludfiana

Seni lukis kaca adalah lukisan menggunakan kaca sebagai bidang gambar dan cara melukisnya pun menggunakan prinsip terbalik. Lukisan dimulai dengan membuat pola, kemudian mewarnai bagian belakang kaca menggunakan cat dengan kadar minyak sesedikit mungkin.

Dengan tingkat ketelitian dan kesabaran yang tinggi inilah membuat para generasi muda menjadi tidak betah untuk belajar. Belum banyak anak muda yang menekuni seni lukis kaca.

Sebagian besar karya yang dipamerkan bergambar wayang, namun ada satu karya yang terlihat menarik, yakni karya dari Rina Kurniyati. Lukisan kaca yang bergambar mobil klasik lengkap dengan puisi menjadi pemanis dari karya Rina Kurniyati.

Rina Kurniyati sendiri memamerkan 6 karyanya di Pameran ini, karya yang berukuran 100x60 cm itu cukup membuat takjub para penikmat seni.

"Berawal dari sejak SMP saya suka dengan sastra, jadi coba mengkombinasikan antara lukisan dan sastra. Kadang gambar itu nggak bisa bicara kalau ngga ada tulisan, ya sudah saling melengkapi saja antara tulisan dan gambar," ungkapnya.

Mengamati mobil klasik dengan beragam kerumitannya menjadi hobi Rina. Sejak itulah awal mula tercetus ide untuk menggambar mobil klasik yang dimulainya pada tahun 1998.

Tekstur kaca yang licin dan mudah pecah menjadi salah satu kesulitan ketika membuat lukisan kaca. Mencari keserasian warna sehingga tampak mengkilap juga menjadi tantangan bagi Rina ketika menggambar mobil klasik.

Gedah Sinanggling Membangkitkan Seni Lukis Kaca yang Mulai PudarFoto: Hanifah Ludfiana

"Tantangan untuk saya adalah bagaimana warna itu bisa terkesan harmonis dan mengkilapnya dapet. Jadi kadang saya harus mengulang-ulang agar menemukan keserasian warna tersebut," jelasnya.

Aktor Butet Kartaredjasa yang juga kolektor karya lukis kaca mengungkapkan dirinya memberikan apresiasi yang sangat besar kepada seniman lukis kaca karena berani konsisten terhadap karyanya. Menurutnya melukis pada kaca mempunyai makna tersendiri yakni membahasakan pikiran melalui media kaca.

"Kaca diperlakukan sebagai suatu material yang sebenarnya menurut saya masih menyisakan eksplorasi artistik yang tidak terbatas," katanya.

Tak hanya itu, Butet juga meminta kepada seluruh penikmat seni agar tidak membedakan atau tidak mendiskriminasi seni hanya karena material. Sebagai contoh, orang yang melukis dengan material kanvas dan cat minyak derajatnya akan lebih tinggi daripada dengan menggunakan material kertas.

Kurator Edi Sunaryo dan Hermanu dalam catatan katalognya mengungkapakan, Kelompok Lukis Kaca Gedah Sinanggling ingin membangkitkan kembali kejayaan seni lukis kaca yang pernah populer di masa lalu. Pada awal abad 20, material kaca digunakan pada rumah rumah Belanda dan bangsawan Jawa.

"Pada tahun 1982 pameran lukis kaca pertama kali digelar saat pembukaan gedung Bentara Budaya Yogya (BBY) oleh Sastro Gambar dan sekarang mulai lagi," kata Hermanu.

Meski karya lukis kaca sekarang mulai bangkit namun masih sangat sedikit pelukis yang menekuninya. Selain memiliki kesan kuno, lukis kaca pengerjaan sulit. Medianya mudah pecah. Cara melukisnya pun tidak sebebas melukis di atas kanvas dan butuh kesabaran dan ketelitian. Harganya pun tidak bisa mahal.


(mah/mah)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed