DetikHot

art

Putri Henk Ngantung Terharu Lukisan 'Memanah' Jadi Ikon Pameran Istana

Jumat, 03 Ags 2018 12:47 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Putri Henk Ngantung Terharu Lukisan Memanah Jadi Ikon Pameran Istana Foto: (Agnes/detikhot)
Jakarta -

Nama Henk Ngantung sempat redup pasca Bung Karno lengser dari bangku Presiden. Namun lukisannya yang berjudul 'Memanah' tetap dibicarakan karena menjadi saksi sejarah atas dibacanya naskah Proklamasi 1945 di kediaman Bung Karno, Jalan Pengangsaan Timur 56 Jakarta.

Lukisan 'Memanah' pula yang menjadi ikon dari pameran koleksi Istana Kepresidenan yang baru saja dibuka oleh cucu Bung Karno, Puan Maharani tadi pagi. Di sela-sela pembukaan pameran, putri kedua sang seniman Geni Ngantung terharu sekaligus terpukau melihat karya ayahnya untuk pertama kali.

"Tahun lalu kakak saya yang di Belanda yang datang melihat pembukaan pameran. Saya di Manado tahun lalu, dan tahun ini saya bersyukur sekali karya ayah saya jadi ikon pameran. Dibilangnya yang the best-lah," kata Geni Ngantung kepada detikHOT di Galeri Nasional Indonesia, Jumat (3/8/2018).



Geni dan adik laki-lakinya yang hadir kali ini yakni Kamang Ngantung juga mengucapkan syukur atas berkah di pameran kali ini. "Kami bersyukur sekali, saya langsung takjub. Itu kan lukisan dari triplek yah. Terlihat nggak seberapa sih tapi malah jadi koleksi Istana."

Lukisan 'Memanah' karya Henk Ngantung memang memesona. Lukisannya pernah diberitakan televisi pada 1945, setelah kemerdekaan ada beberapa anggota Kabinet Presidensial (kabinet pertama RI) mengadakan pertemuan di kediaman Bung Karno. Pertemuan tersebut terjadi di depan lukisan 'Memanah'.

Dalam buku katalog dijelaskan, lukisannya mulai dikerjakan pada 1943. Konon Bung Karno memeragakan lengan orang memanah dan Henk Ngantung memperbaiki obyek pose sang pemanah sesuai pose dari Bung Karno. Di lukisan tertera angka '7-1X-'04' yaitu 7 September 1944 sebagai tanggal rampungnya lukisan 'Memanah'.

Terhadap lukisan tersebut, Geni tak punya cerita personal lantaran karya ayahnya dibuat saat ia belum dilahirkan. Namun Geni bersama saudara-saudaranya pernah satu kali melihat lukisan 'Memanah' dari satu buku yang merupakan data koleksi Istana Kepresidenan.


"Yang saya ingat, saya pernah lihat ayah saya punya buku yang besar, koleksi tidak diperjualbelikan sembarangan. Bukunya besar berwarna merah, kalau saya sih tahunya dari buku itu saja," lanjut Geni.

"Lukisan itu jadi spesial karena ada model tangan Bung Karno. Hubungan ayah saya dengan Bung Karno, bicara soal seni seleranya sama. Hubungan yg dekat. Selera seninya ayah saya sama dan Bung Karno memberikan kepercayaan juga," jelasnya.

Penasaran melihat lukisan Henk Ngantung 'Memanah' di Galeri Nasional Indonesia? Pameran sudah bisa dilihat dan dibuka untuk umum mulai pukul 14.00 WIB hari ini. Eksibisi berlangsung hingga 31 Agustus 2018.




Tonton juga 'Koleksi Lukisan Istana Favorit Puan dan Triawan':

[Gambas:Video 20detik]



Putri Henk Ngantung Terharu Lukisan 'Memanah' Jadi Ikon Pameran Istana

(tia/doc)

Photo Gallery
1 1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed