ADVERTISEMENT

Art Jog 2018 Resmi Dibuka Triawan Munaf, Pengunjung Membludak

Ristu Hanafi - detikHot
Sabtu, 05 Mei 2018 00:52 WIB
Foto: Ristu Hanafi
Jakarta -

Perhelatan pameran seni rupa berskala internasional, Art Jog 2018 resmi dibuka oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di Jogja National Museum (JNM). Agenda seni tahunan ke-11 yang melibatkan seniman dari dalam dan luar negeri ini mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Terbukti dengan membludaknya pengunjung yang hadir di JNM.

"Saya empat kali menghadiri Art Jog, kaget penyelenggaraan tahun ini sangat meriah. Tiap tahun lebih profesional, lebih baik lagi," kata Triawan, Jumat (4/5/2018) malam.

Triawan juga mengapresiasi turut terlibatnya seniman luar negeri yang karyanya dipamerkan di Art Jog. Seniman luar negeri yang tampil yakni dari Malaysia, Philipina, Cina, Amerika, Jerman dan Australia.

Menurut Triawan, saat ini Art Jog telah memberi dampak positif bagi dunia seni nasional maupun internasional. Selain itu, Art Jog mampu merangsang ratusan festival satelit lainnya mulai rutin digelar terutama di daerah sekitar Yogya.

"Ini pertanda Art Jog menjadi pusat kegiatan yang mempengaruhi sekitarnya. Saya harapkan Art Jog terus menjadi event dan destinasi internasional, agar nilai tambah dari kesenian ini bisa dinikmati masyarakat sekitar," jelasnya.

Tak lupa Triawan juga mengajak masyarakat agar tidak sekadar menikmati karya seni, tapi juga mengkonsumsinya. "Ayo dong mengkonsumsi karya-karya seniman, karena karya ini akan nambah terus nilainya, sebagai investasi," ujarnya.

CEO Art Jog, Heri Pemad mengatakan Art Jog bisa menjadi ruang pertemuan lintas disiplin dan lintas geografis. Karena beragam gagasan dan karya mampu melakukan perjumpaan yang lebih luas dengan publik seni baik nasional maupun internasional.

"Membangun jejaring antar bidang kesenian dan memelihara jaringan tersebut adalah tugas utama kami," ujarnya.

Pengunjung membludak di halaman JNM saat malam pembukaan Art Jog 2018.Pengunjung membludak di halaman JNM saat malam pembukaan Art Jog 2018. Foto: Ristu Hanafi

Heri melihat seni dan budaya yang beragam dan berkembang hingga hari ini sudah seharusnya saling menopang, mendukung dan menginspirasi. Untuk itulah berbagai bidang kesenian hadir dan terlibat aktif dalam perhelatan Art Jog.

"Dalam konteks lebih luas, Art Jog berdiri tidak berdiri sendiri, dan besar juga tidak sendirinya. Yogya memiliki beragam festival yang berjumlah ratusan, dan Art Jog berada di bawah payung bernama Jogja Festival. Platform bersama antara pegiat festival yang turut menempatkan kota ini sebagai ruang pertukaran dan perluasan wacana seni dan budaya melalui beragam karakternya," imbuhnya.

Turut hadir dalam pembukaan Art Jog ke-11 bertema 'Pencerahan - Menuju Berbagai Masa Depan (Enlightenment - Toward Various Future)', para seniman peserta, tamu undangan dari luar negeri, perwakilan Kementerian Pariwisata, dan Pemda DIY.

Event yang berlangsung 4 Mei-4 Juni 2018 juga menampilkan seniman Mulyana sebagai Commision Artist dengan karya berjudul Sea Remember bernuansa alam bawah laut pada halaman muka JNM.

Selain itu juga program spesial Child's Story yakni sebuah pertunjukan teater yang diperuntukkan bagi anak-anak usia 2-8 tahun dan dipentaskan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Juga program Curatorial Tour dan Meet the Artist untuk mengedukasi publik tentang karya seni. Daily Performance dengan 83 penampil berbagai bentuk kesenian seperti seni musik, pertunjukan, teater, dan seni tari setiap hari selama penyelenggaraan Art Jog. Kemudian juga dihadirkan Merchandise Project yang diikuti 79 institusi, komunitas, dan seniman untuk membuat dan memasarkan produk kreatif.



(ken/ken)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT