DetikHot

art

Gendongan Bayi dari Suku Dayak Kenyah Banyak Manik-manik dan Taring

Jumat, 20 Okt 2017 16:13 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Gendongan Bayi dari Suku Dayak Kenyah Banyak Manik-manik dan Taring Gendongan Bayi dari Suku Dayak Kenyah Banyak Manik-manik dan Taring Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Setiap suku maupun daerah yang ada di Indonesia memiliki gendongan bayi dengan ciri khas tertentu. Misalnya saja suku Dayak Kenyah di Kalimantan.

Menurut periset Sari Wulandari, gendongan bayi dari Suku Dayak Kenyah punya banyak simbol dengan beragam manik-manik yang diciptakan oleh perempuan yang ada di dalam suku tersebut.

"Ini ada hiasan tanaman pakis untuk pengingat bagi para ibu. Mereka mengonsumsi tanaman pakis setelah melahirkan biar ibu kuat dan ASI-nya banyak," tutur Sari di Museum Nasional Indonesia pada Kamis (19/10/2017) malam.



Di gendongan bayi yang dipamerkan di pameran 'Fertil, Barakat, Ayom' juga terdapat figur fibur sebagai lambang kesuburan. "Di gendongan bayi yang lain kadang cuma ada kepalanya saja".

Sedangkan taring-taring yang digunakan biasanya ada taring harimau, macan tutul, dan lain-lain. Gendongan bayi tersebut disebut dengan nama Baba yang terbuat dari kayu dan bambu. Di gendongan terdapat figur manusia yang sedang berjongkok dan burung enggang, sesuai tradisi masyarakatnya.

Gendongan Bayi dari Suku Dayak Kenyah Banyak Manik-manik dan TaringGendongan Bayi dari Suku Dayak Kenyah Banyak Manik-manik dan Taring Foto: Tia Agnes/ detikHOT


"Biasanya ibu menggendong bayinya dengan depan atau belakang di punggung biar anaknya bisa bersama-sama dengan ibu ketika beraktivitas," lanjut Sari.



Namun, penyebutan sebutan gendongan bayi di setiap suku juga berbeda. Kalau di suku Dayak Desa dikenal dengan nama Sindik atau Kebilai. Gendongannya terbuat dari kayu Kepuak dengan hiasan kulit kayu yang sama. Suku Dayak Kenyah juga mengenal gendongan dengan nama Bening Aban.

Dalam katalog juga disbeutkan, gendongan bayi kerap digunakan oleh suku-suku Daya di antaranya adalah suku Dayak Apo Kayan (Kenyah, Kayan, Bahau), Dayak Kadazan (Dusun Kajang), Dayak Berawan, Dayak Punan, Dayak Penan, dan Dayak Kerayan.

Simak artikel berikutnya tentang budaya gendongan bayi!


(tia/nu2)

Photo Gallery
FOKUS BERITA:Budaya Gendongan Bayi
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed