Dilansir dari Reuters, Senin (28/8/2017), eksibisi menampilkan foto tentara yang berpatroli di bekas perbatasan mematikan tersebut. Ada juga cerita tentang orang-orang yang dianiaya di belakangnya.
Seorang senator asal Berlin yang bertanggung jawab terhadap karya seni tersebut mengungkapkan kepada awak media. "Ada sedikit tempat otentik yang Anda masih bisa melihat apa yang tersisa dari tembok," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran ini juga menampilkan cerita serita siluet orang-orang yang hidupnya terkena dsampak dari Tembok Berlin. Termasuk seorang pria yang dituduh memiliki jimat, seorang wanita ditangkap karena menerima kartu pos dari teman di Berlin Barat, dan seorang wanita yang apartemennya disadap oleh polisi rahasia dari Jerman Timur.
Sang seniman Roloff pun mengungkapkan inspirasi dari karya tersebut.
"Bagi saya belum tentu proyek bersejarah yang telah berlalu adalah fenomena yang terus berlanjut. Karya ini sangat relevan karena di waktu bersamaan Presiden Amerika Donald Trump ingin membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko," tutur Roloff.











































