Dalam sebuah wawancara dengan The Daily Beast, seperti dikutip detikHOT, Tony Kushner menjelaskan dia terinspirasi menulis karya tersebut saat Donald Trump masuk ke Gedung Putih serta memimpin Amerika Serikat. Dia menyadari ada ide yang bagus untuk menuliskannya.
"Saya atau orang lain pasti paham dengan apa yang sedang terjadi di negara ini," ujarnya dikutip dari HuffPost, Senin (24/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia merencanakan karakter-karakter dalam pertunjukannya. Tony Kushner menyimbolkan karakter Donald Trump seperti Julius Caesar namun yang penampilannya seperti Trump.
"Saya pikir dia sakit parah dan kenyataan dia berada di Gedung Putih sangat menakutkan," ujar Tony Kushner.
Pertunjukan yang ditulis Kushner tidak akan selesai di akhir masa jabatan Trump. Namun, dia merencanakan akan menulis beberapa bagian dari seri Donald Trump.
"Anda tidak bisa melepaskan diri dari betapa anehnya Donald Trump," katanya.
Tony Kushner dikenal sebagai penulis drama yang menulis naskah berjudul 'Angels in America: A Gay Fantasia on National Themes' (1992), 'A Bright Room Called Day' (1994), 'Caroline or Change' (2004), dan lain-lain.










































