Ketika Sha Ine Febriyanti Melantunkan Puisi Kidung Tengger di Bromo

M Rofiq - detikHot
Minggu, 09 Jul 2017 10:31 WIB
Eksotika Bromo 2017 Foto: M Rofiq/detikHOT
Probolinggo - Sebuah puisi Kidung Tengger, dilantunkan seorang seniman sekaligus aktris teater ibu Kota, yakni Sha Ine Febriayanti. Puisi Tengger itu, dibacakan dihadapan hampir ribuan pengunjung Eksotika Bromo 2017 di lautan pasir Gunung Bromo, Sabtu (8/7/2017).

Pada hari ke-2 event yang mampu menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah dan mencanegara ini, begitu meriahnya, apa lagi ditemani dengan suasana lautan pasir yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari kawah Bromo.


Ketika puisi Kidung Tengger dilantunkan oleh perempuan yang mengawali karier sebagai model pada 1992 ini. seluruh penonton yang sengaja menantikan pagelaran Eksotika Bromo ini, menjadi haru, setelah puisi itu berisi seribu kisah yang berada di tanah Jawa Timur, utamanya di Tengger lereng Gunung Bromo.

Eksotika Bromo 2017Eksotika Bromo 2017 Foto: M Rofiq/detikHOT
Lentingan nada mengiringi suara syahdu Ine Febriyanti, yang disertai tiupan angin segar dengan cuaca dingin, seakan-akan membuat kita berada pada masa-masa kerajaan Majapahit. Sebab, dalam puisi itu kita seakan lebih mengenal siapa tokoh jaman dulu yang singgah di Gunung Bromo.

"Saya tidak menyangka akan membacakan puisi semacam ini. Saya merasa orang yang beruntung setelah mengamati kisah para leluhur di Bromo ini, apa lagi puisi ini saya yang membacanya,"tutur Ine, usai membaca puisi kepada wartawan di lautan pasir Bromo.

Perempuan yang sempat menjadi peran Miss Julie pada 2014-2015 ini mengaku, bahwa baru kali ini dirinya dipercaya menjadi pelantun puisi Kidung Tengger. Dan ia bangga bisa tampail pada acara yang diselenggarakan di lautan pasir Bromo.

Eksotika Bromo 2017Eksotika Bromo 2017 Foto: M Rofiq/detikHOT
"Dari dulu hanya menyaksikan saja ketika ada kegiatan di Gunung Bromo ini, tapi sekarang saya sendiri yang tampil disini. Meski diselimuti dingin menyengat. Sepertinya tidak terasa, karena asyik membaca puisi Kidung Tengger, yang diambil dari kisah nyata dari jaman dulu,"ungkapnya.

Pengunjung pada hari ke-2 Eksotika Bromo ini, lebih membeludak dari pada hari pertama. Suasana di lautan pasir pun saat ini, sangat luar biasa. Semua penonton tampak segar dan asyik meski ditemani tiupun angin yang dingin.

Tak hanya itu, event Eksotika Bromo 2017 yang di gelar sejak kemarin dan hari ini, juga menghibur warga suku Tengger yang hidup di sekitar lereng Bromo. (dar/dar)