Karya-karya multi-media merupakan hasil residensi Marta Weglinska pada Februari hingga April lalu. Selama tiga bulan masa residensi, dia tertarik menciptakan proyek soal kebudayaan Indonesia.
"Dia mempelajari tentang mitologi, kepercayaan, tarian tradisional, dan juga naskah kuno," tulis keterangan resmi REDBASE Foundation Yogyakarta yang diterima detikHOT, Rabu (5/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang dilakukan Marta Weglinska berdasarkan aspek kehidupan masa sekarang dan kuno yang ada di Tanah Air. Khususnya di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah.
Proyek Marta Weglinska membahas mengenai persatuan abadi dan universal antara dua dewa tertinggi, wanita dan pria. Topiknya terinspirasi dari aspek realitas Indonesia yang berbeda di antaranya adalah pemahaman simbolis tentang alam, mitologi dan kepercayaan (Dewi Sri, makna gunungan), tarian tradisional (cerita Panji), kitab sastra lama (Wanban Wideya, Cerita Panji Jawa; Arjunawiwaha, Pernikahan Arjuna karya Mpu Kanwa, Sumanasantaka karya Mpu Monaguna) dan arsitektur kuno.
Seniman kelahiran Lubing, Polandia, pada 1990 silam itu kerap mengerjakan tentang citra, kata, dan ruang. Teknik yang digunakan pun beragam, ada yang menghasilkan film, buku seni, patung, seni instalasi, lukisan, dan foto.
Pameran multi-media 'You are a Master at Capturing My Desire and AFfection' dibuka pada 8 hingga 22 Juli 2017 di REDBASE Foundation Yogyakarta, Ds. Jurug RT 02 No. 72 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.











































