Karya yang menampilkan 'sea urchin' atau yang berarti 'bulu babi' itu melambangkan keindahan dan keragaman alam. Meski dilihat ketika malam hari, karya-karya Choi + Shine Architects akan mendapatkan sorotan langsung oleh luminescence buatan. Di siang hari, The Urchins mengandalkan cahaya alami untuk melemparkan bayang-bayang.
Baca Juga: Langka! Lukisan Monet akan Dipajang di Galeri Nasional Inggris 2018
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerajinan tangan berskala besar ini membutuhkan waktu pengerjaan selama tiga bulan lamanya. Serta tim yang berusia 50 tahun.
Sementara festival hanya memanjang karya selama tiga minggu. "Instalasi bulu babi ini menjadi karya yang unik sekaligus interaktif, mengundang pengunjung untuk berkeliaran di dalamnya," tulis Choi + Shine Architects.
Intip karya selengkapnya di situs https://www.choishine.com/
Baca Juga: Jakarta 32Β°C Buka Penghargaan bagi Seniman Muda Indonesia (tia/dar)











































