"Saya kenal akrab dengan Angki Purbandono dan tahu dengan proyek-proyek seni yang digelutinya. Dan menawarkan untuk datang ke Tangkahan dan membuat art campaign bersama," tutur Nicholas Saputra di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta.
Karya ini merupakan hasil dari proses residensi yang dilakukan oleh Angki Purbandono dengan dukungan Nicholas Saputra. Mereka mendatangi kawasan Tangkahan, Sumatera Utara pada pertengahan 216 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek ini merupakan pilot project yang berupaya mengungkap kisah dan persoalan konservasi alam di Indonesia. Mungkin akan ada proyek edisi dua, dengan seniman yang berbeda. Saya sih inginnya dengan Angki terus, siapa sih yang tidak tahu Angki Purbandono," ujar Nicholas Saputra tertawa.
Dikutip dari keterangan karya, tujuan proyek ini untuk menceritakan kondisi dan permasalahan yang ada di lokasi yang memiliki keterkaitan antara masyarakat dan alam. Dari sudut pandang seorang seniman hingga sudut pandang penelitian ilmiah, aktivisme, dan jurnalisme.
Keduanya menampilkan karya seni instalasi yang berada di lantai satu Jogja National Museum. Dari pintu masuk, terdapat di sebelah kanan ruang galeri. Angki Purbandono pun mengatakan proyek ini diperlihatkan kepada publik dengan cerita yang jujur.
"Adanya batu-batuan dan tumbuhan di Tangkahan saya sengaja tampilkan di sini, beserta film pendek dari hasil proyek kami," pungkas Angki Purbandono.
Baca Juga: Syaiful Garibaldi dan Bagus Pandega Raih Penghargaan Seniman Muda Art Jog 10 (tia/doc)











































