Dalam keterangan yang diterima, naskah yang ditulis oleh Agus Noor dan diproduseri Butet Kartaredjasa itu dikemas dalam bentuk baru yang lebih segar. "Pentasnya disisipkan dialog dalam bentuk lantunan-lantunan lagu, tapi juga isu yang dibawakan sangat kontekstual," tutur sutradara Djaduk Ferianto.
Lakon ini menceritakan tentang zaman ketika keadilan dan kegilaan tak bisa lagi dibedakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegilaan dimulai dari pikiran. Revolusi selalu diawali oleh mereka yang gila. Inilah zaman ketika kegilaan sudah menjadi trend. Kalau tidak gila malah dianggap jadul, kurang gaul," begitu kata Hakim Sarmin yang diperankan oleh Butet Kartaredjasa.
Pentas 'Hakim Sarmin' di Jakarta akan digelar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Tiket dibanderol seharga Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.
Baca Juga: Cerita Kirana dan Retno Hening Terangkum dalam Buku 'Happy Little Soul'
(tia/mmu)











































