Proses seleksi dilakukan pada 22-23 Februari lalu oleh tim dewan juri yang terdiri dari Suwarno Wisetrotomo dan A.Sudjud Dartanto. Seniman yang berpartisipasi dalam seleksi mulai dari Aceh hingga Papua.
Kurator pameran Suwarno Wisetrotomo mengatakan taun ini ada 1000 aplikasi dari 792 perupa dan tantangannya makin kompleks. "Pertama, kami menyeleksi karya yang kuat secara visual, dan kuat dalam menerjemahkan tema pameran," ujarnya dalam keterangan yang terima detikHOT, Rabu (1/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, pihak Galeri Nasional Indonesia dan tim dewan juri ingin mencari para 'perupa' baru yang potensial serta namanya belum dikenal publik.
"Kami ingin juga menghadirkan pameran yang baik, menarik, terseleksi, dan hanya sekitar 100 karya yang bisa ditampilkan, dan mengundang diskusi bagaimana perupa membaca Indonesia hari ini," tutur Suwarno.
Sebelumnya, Pameran Seni Rupa Nusantara 2013 berhasil menggaet 800 aplikasi dengan 500 perupa. Dua tahun lalu, dengan tema 'Art-Chipelago' ada 527 aplikasi dan 385 perupa.
Saat ini, karya yang lolos sedang dalam tahap pengiriman dan akan diterima paling telat 3 Maret mendatang. Pameran Seni Rupa Nusantara 2017 dibuka pada 7 Maret mendatang pukul 19.30 WIB, sehari berikutnya seminar seni rupa 'Seni Rupa Membaca Indonesia' digelar pukul 10.00 WIB.
(tia/mmu)











































