Dialog Lukisan Abstrak Figuratif Natisa Jones

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 16 Des 2016 15:41 WIB
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Bagi Natisa Jones dalam setiap diri seseorang ada sisi kanak-kanak yang tak ingin lepas. Di sisi lain, umur terus bertambah dan lingkungan menuntut lebih terhadap perkembangan diri. Berbagai sisi tersebut, tak dilepaskan Natisa Jones begitu saja, tapi dia merangkulnya menjadi sebuah karya seni mengagumkan.

Lewat lukisan-lukisan abtrak figuratif yang ditorehkan Natisa, dia memajang belasan karyanya di RUCI Art Space, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pameran tunggal berjudul 'Tough Romance' mengungkapkan ragam sisi dari seorang seniman kelahiran Jakarta yang kini berdomisili di Bali.

Seperti sketsa-sketsa yang dipajangnya di salah satu dinding. Karya potrait bertuliskan 'Why do you wanna grow up so fast', atau sketsa yang berada di atasnya lagi dan bertuliskan kalimat 'Need to keep that feeling deep inside of me', maupun sketsa lainnya yang penuh makna. Tak sembarang kata atau kalimat dituliskan, namun Natisa merenungkan apa yang sedang dialaminya saat itu.

Dialog Lukisan Abstrak Figuratif Natisa JonesFoto: Tia Agnes/ detikHOT


Terkadang Natisa pun melukis figur-figur nyeleneh dengan anatomi tak jelas. Wajah yang tak tampak bulat, kaki yang tak lurus, gestur tubuh yang mencondong ke sisi lain, seseorang yang sedang tiduran, namun ada juga lukisan seseorang yang tengah duduk, memakan semangka. Figur-figur tersebut dilukiskannya tergantung dengan apa yang sedang dialami Natisa, kontemplasinya hingga terinspirasi dari persoalan sekitarnya.

Meski terkesan abstrak sangat pertama kali melihat karyanya, namun tengoklah ke dalam tatapan mata dari setiap figur. Tatapan-tatapan mata tersebut yang menjadi nilai plus dari lukisan Natisa, seakan mengajak berdialog dan memaknai karya secara personal.

Dialog Lukisan Abstrak Figuratif Natisa JonesFoto: Tia Agnes/ detikHOT


Dia menceritakan pengalaman melukisnya dimulai pada usia tiga tahun. "Di usia segitu saya sudah suka memegang kuas, cat, dan gambar di kanvas. Saya merasa mungkin sudah jalannya saya menjadi seorang seniman. SMA pun saya asrama sekolah khusus seni. Diploma saya ambil di Prem Tinsulanonda International School (P.T.I.S.) Chiang Mai, Thailand," katanya ketika berbincang dengan detikHOT.

Tak puas dengan ilmu seni yang dimiliki, Natisa pun kuliah seni lukis di Royal Melbourne Institute of Technology (R.M.I.T) Melbourne, Australia. Hingga membawanya ke ranah internasional dan membuka gerbang pameran di negara-negara lain. Kota Jakarta, Bali, Berlin tercatat di perjalanan kariernya. Dia pun pernah melakukan proyek kolaborasi bersama seniman Amsterdam, Auckland, dan Melbourne di pameran 'Rotating Print Project'.

Dialog Lukisan Abstrak Figuratif Natisa JonesFoto: Tia Agnes/ detikHOT


Nama Natisa Jones pun tak lagi baru di ranah seni rupa. Dia memulai pameran tunggalnya 'Through My Eyes' di 3 Monkeys Ubud-Bali pada 2005 silam. Di tahun 2013, dia ikut serta berpameran di Berlin, Jerman, dengan judul 'Are We There Yet? Part II'. Hingga tahun ini, Natisa Jones produktif berkarya dan mengikuti pameran kolektif.

Sepanjang 2016, RUCI Art Space selalu konsisten menampilkan seniman-seniman dengan beragam medium. Tak hanya rupa, namun RUCI selalu berhasil menarik minat awak media, pecinta seni, maupun kolektor muda untuk berkunjung ke galeri yang berada di lantai dua RUCI Joint tersebut. Pameran tunggal Natisa Jones berlangsung hingga 22 Januari 2017.

(tia/mmu)