detikHot

art

30 Seniman Wayang dari 10 Negara Gelar Pentas Kolaboratif 'One ASEAN'

Selasa, 13 Des 2016 07:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Istimewa/ APEX Foto: Istimewa/ APEX
Jakarta - Workshop ASEAN Puppet Exchange (APEX) telah berlangsung di sejumlah negara ASEAN. Kini, sebanyak 30 seniman wayang dan musisi dari 10 negara ASEAN berkumpul di Hanoi, Vietnam sejak 9 Desember lalu untuk menyiapkan sebuah pertunjukan seni kolaboratif yang diberi judul 'ONE ASEAN'. Pentasnya bakal berlangsung pada 17 Desember mendatang di National Puppet Theatre of Viet Nam, Hanoi.

Tak hanya puluhan dalang dan seniman wayang, tapi pertunjukan ini juga melibatkan seniman tamu dari Utervision Jepang. Pertukaran budaya selama delapan hari terselenggara berkat National Puppet Theatre of Viet Nam dan APEX, Artsolute Ltd dari Singapura.

Direktur Utervision Jepang, Erina Saji, mengatakan keterlibatannya dengan APEX sangat membuatnya antusias. "Sampai saya terlibat dengan proyek ini, saya melihat Asia Tenggara sebagai salah satu budaya yang cukup umum di Jepang. Tapi sekarang saya telah melihat keberagaman yang ada, dan saya benar-benar ingin menyebarkan pengetahuan ini," katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (13/12/2016).

Seniman yang terlibat di antaranya adalah Pegiat Seni Tanah Air Brunei – PeSTAB (Brunei), Teater Wayang Wat Bo dan Asosiasi Seni Sovanna Phum (Kamboja), Jampalao (Laos), PESIBAN(Malaysia), Htwer Oo Myanmar (Myanmar), Teatrong Mulat (Filipina), Sri Warisan Som Said (Singapura), dan lain-lain. Seniman tamu dari Utervision Jepang akan mengamati dan
menggabungkan ide-ide dan cara-cara pertukaran antar budaya untuk diimplementasikan di Tokyo.

Cerita 'One ASEAN' membangun alur cerita dari lima cerita APEX sebelumnya, yaitu APEX FIRE, WATER, LIGHT, EARTH, and LIVE untuk membentuk cerita 'ONE ASEAN'. Ini adalah pertunjukan APEX yang kesepuluh di 25 bulan terakhir untuk membawa seniman ASEAN, budaya, cerita untuk pertunjukan seni kolaboratif.

Koordinator Utama APEX, Terence Tan juga menambahkan 'ONE ASEAN' bertujuan untuk mempertemukan sejarah dan akar budaya masyarakat di ASEAN. "Ini bukanlah hal yang mudah, tidak dicapai dalam dua minggu kedepan, namun saya percaya ini akan menjadi sepuluh dari banyak langkah ke depan menuju perjalanan panjang yang berharga dengan segenap teman-teman dan mitra di ASEAN," lanjutnya.

APEX kolektif adalah keanggotaan lebih dari 160 seniman wayang ASEAN dan praktisi seni yang berkomitmen untuk mempromosikan mobilitas seniman dan apresiasi budaya ASEAN sebagai satu komunitas. Sejak tahun 2014, APEX menggunakan seni pertunjukan wayang dan kegaiatan pertukaran di seluruh Asia Tenggara, dari Yangon ke Jakarta, untuk membantu masyarakat ASEAN mengenal dan memahami kesatuan serta keragaman budaya, cerita dan bahasa dari sepuluh Negara anggota ASEAN. APEX juga bertujuan untuk mengembangkan karya seniman wayang ASEAN, mendorong kolaborasi dan pemahaman antar seniman didalam dan luar ASEAN.


(tia/dal)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com