Pameran besar pertama dari Myuran diyakini sebagai 'warisan yang luar biasa' dari Myuran. Seniman ini mulai melukis ketika mendekam di dalam bui Kerobokan di Pulau Dewata. Seniman asal Australia, Ben Quilty, yang juga teman dari Sukumaran mengatakan adanya pameran ini diharapkan memunculkan perdebatan publik tentang hak asasi manusia bagi para tahanan.
"Sukumaran benar-benar menginginkan penghapusan hukuman mati di seluruh dunia. Tak ada yang layak untuk ditembak dengan cara apa pun. Dan ia ingin pesannya menyebar luas ke seluruh dunia," ujarnya dilansir dari Guardian, Selasa (25/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya percaya penyalahgunaan narkoba, tingkat residivisme antara pelanggar dan model retributif keadilan perlu diperdebatkan di Australia dan luar negeri," pungkasnya.
Myuran Sukumaran ditangkap pada 2005 dan dijatuhi hukuman mati di tahun 2006. Pameran "Myuran Sukumaran: Another Day in Paradise' akan dibuka 13 Januari di Sydney bagian barat. Serta menjadi bagian dari Festival Sydney 2017.
(tia/dar)











































