Sipatmo hingga Festivo Tandai Pembukaan Indonesia Dance Company

Sipatmo hingga Festivo Tandai Pembukaan Indonesia Dance Company

Tia Agnes - detikHot
Senin, 03 Okt 2016 15:37 WIB
Sipatmo hingga Festivo Tandai Pembukaan Indonesia Dance Company
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Generasi ketiga Marlupi Dance Academy (MDA) berhasil merintis dance company di Tanah Air pada 1 Oktober lalu. Berbasis balet klasik, Indonesia Dance Company meramaikan jagad hiburan dan seni tari. Sejumlah tarian garapan tim artistik MDA pun meresmikan dance company yang dibangun oleh Claresta Alim.

Mengenakan gaun selutut serba putih, balerina tampil ke atas panggung. Sipatmo yang hadir terinspirasi dari cokek dan orkes gambang kromong itu merupakan perpaduan dari pribumi dan non-pribumi. Alunan musik 'Jali-Jali' mengawali pertunjukan 'We Dance'.

'We Dance' yang berarti 'Kami Menari' menyimbolkan para penari yang gemar menari dan hidup untuk menari. "Endingnya adalah alunan Surilang yang menggema ke penjuru sudut Gedung Kesenian Jakarta," ujar artistic director Claresta Alim di GKJ, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Usai 'Sipatmo', delapan penari mengenakan gaun warna warni dengan wajah ditutupi jaring muncul dengan energik. Masih menggunakan teknik balet klasik, tarian berjudul 'Psycolor', memadukan antara tari modern, hip hop, dan gerak kontemporer.

Para penari menarikannya dengan luwes dan leluasa. Meski berbeda-beda, tarian ini menyimbolkan arti satu sama lain menuju keharmonisan. "Masih ada dua tarian di We Dance yang memeriahkan pembukaan Indonesia Dance Company (IDCO)," kata Claresta.

Yakni, 'Burn in Passion' dan 'Festivo'. "Festivo adalah karya tari dengan gaya modern dan kontemporer yang membawakan kemeriahan saat festival musim panas di Jepang," tutupnya.

Pendirian IDCO sebagai kelanjutan langkah dari Marlupi Sijangga dalam pengembangan dunia tari Indonesia. Sebagai sebuah institusi, Fifi Sijangga menjadi executive director IDCO. Selain Claresta, perusahaan seni tari ini dibantu oleh Rita Rettasari sebagai Technical Director, Yuniki Salim sebagai Creative Director, Leonny Ariesa sebagai Managing Director, dan Jonatha Pranadjaja sebagai Ballet Mistress.

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads