Pendiri dan direktur artistik IDCO, Claresta Alim, mengatakan dance company yang dibangunnya bersama Fifi Sijangga dan tim lainnya berbeda dari dance company yang lainnya. "Sesuai visi dan misi kami, IDCO berbasis gerakan balet, meski akhirnya pementasannya tari kontemporer, hip hop, atau modern dance," katanya saat jumpa pers, Jumat (30/9/2016).
Langkah berani yang diambilnya juga diakui oleh Fifi. "Ini langkah susah buat kami. Karena mendirikan dance company ini langkah yang nggak mudah buat kami. Kalau di Amerika Serikat, penari profesionalnya dibayar per minggu. Kalau di sini agak susah dan IDCO masih merintis awal, makanya kami memilih penari-penari terbaik kami dan beberapa sekolah tari yang memang mau mengirimkan penarinya," tutur Fifi yang juga merupakan putri dari pendiri Marlupi Dance Academy (MDA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka yang masuk dance company ini harus mendedikasikan dirinya untuk seni tari dan balet klasik harus kuat pondasinya. Ini jadi dasar teknik seorang penari. Dan jadi balerina itu harus punya hati bukan sekadar bakat menari," tutup Claresta.
Selain Fifi Sijangga dan Claresta, IDCO dibantu oleh Marlupi Sijangga sebagai patron, Rita Rettasari sebagai technical director, Yuniki Salim sebagai Creative Director, Leonny Ariesa sebagai managing director dan Jonatha Pranadjaja sebagai ballet mistress.
Peresmian IDCO akan dibuka esok hari di GKJ. Pada Minggu (2/9) mendatang, akan dibuka pementasan yang berjudul 'We Dance' untuk publik. Ada 13 penari profesional dan 8 apperenties yang memeriahkan malam pembukaan.
(tia/mah)











































