Setelah residensi di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Pujiarto mulai memadukan kain ke dalam kolase media campurannya serta menciptakan karya-karya permadani. "Kami telah menikmati kesuksesan besar di Art Stage Singapore dan dengan gembira akan berpartisipasi dalam edisi pertama dari Art Stage Jakarta," ungkap pemilik galeri, Pearl Lam, Jumat (5/8/2016).
Baca Juga: 17 Karya Agung Maestro Affandi Dipamerkan di Art Stage Jakarta
Di stand galeri Pearl Lam, Pujiarto akan menampilkan sebuah karya permadani baru yang bernama 'Crazy Night' (2016). Karya permadani figuratif kedua dibuatnya dengan medium kain sebagai hasil residensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui menjahit dan mengkolase potongan-potongan yang berwarna dan berteksur, permadani tersebut menyampaikan komentar sang seniman mengenai pengejarannya hidup hedonistik di zaman modern ini," katanya.
Selain Pujiato, Pearl Lam Galleries yang berlokasi di Hong Kong, Singapura, dan Shanghai juga menyajikan karya dari seniman Chun Kwang young (l. 1944, Korea Selatan), Jenny Holzer (l. 1950, Amerika Serikat), Lee Sea Hyun (l. 1967, Korea Selatan), Antony Micallef (l. 1975, Inggris Raya), Pino Pinelli (l. 1938, Italia), Gatot Pujiarto (l. 1970, Indonesia), Yinka Shonibare MBE (l. 1962, Nigeria / Inggris), Su Xiaobai (l. 1949, Cina), Yang Yongliang (l. 1980 , Cina), dan Zhu Jinshi (l. 1954, Cina).
(tia/mif)










































