Gatot Pujiarto Tampilkan Lukisan Permadani di Art Stage Jakarta

Gatot Pujiarto Tampilkan Lukisan Permadani di Art Stage Jakarta

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 05 Agu 2016 10:14 WIB
Gatot Pujiarto Tampilkan Lukisan Permadani di Art Stage Jakarta
Foto: Dok.Pearl Lam Galleries
Jakarta - Pearl Lam Galleries mengumumkan partisipasinya dalam edisi perdana Art Stage Jakarta yang berlangsung 5-7 Agustus. Galeri terkemuka di Asia itu menampilkan salah satu karya dari anak bangsa, Gatot Pujiarto yang berbasis di Malang, Jawa Timur.

Setelah residensi di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Pujiarto mulai memadukan kain ke dalam kolase media campurannya serta menciptakan karya-karya permadani. "Kami telah menikmati kesuksesan besar di Art Stage Singapore dan dengan gembira akan berpartisipasi dalam edisi pertama dari Art Stage Jakarta," ungkap pemilik galeri, Pearl Lam, Jumat (5/8/2016).

Baca Juga: 17 Karya Agung Maestro Affandi Dipamerkan di Art Stage Jakarta

Di stand galeri Pearl Lam, Pujiarto akan menampilkan sebuah karya permadani baru yang bernama 'Crazy Night' (2016). Karya permadani figuratif kedua dibuatnya dengan medium kain sebagai hasil residensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat kain yang digunakan sebagai kanvas, dia mengeksplorasi ujung-ujungnya dan membuatnya menjadi elemen patung melalui karya seni instalasi berjarak 15 sentimeter dari dinding.

"Melalui menjahit dan mengkolase potongan-potongan yang berwarna dan berteksur, permadani tersebut menyampaikan komentar sang seniman mengenai pengejarannya hidup hedonistik di zaman modern ini," katanya.

Selain Pujiato, Pearl Lam Galleries yang berlokasi di Hong Kong, Singapura, dan Shanghai juga menyajikan karya dari seniman Chun Kwang young (l. 1944, Korea Selatan), Jenny Holzer (l. 1950, Amerika Serikat), Lee Sea Hyun (l. 1967, Korea Selatan), Antony Micallef (l. 1975, Inggris Raya), Pino Pinelli (l. 1938, Italia), Gatot Pujiarto (l. 1970, Indonesia), Yinka Shonibare MBE (l. 1962, Nigeria / Inggris), Su Xiaobai (l. 1949, Cina), Yang Yongliang (l. 1980 , Cina), dan Zhu Jinshi (l. 1954, Cina).

(tia/mif)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads