Dosen Tari UNJ Revitalisasi Tari Jaran Kepang Temanggung

Dosen Tari UNJ Revitalisasi Tari Jaran Kepang Temanggung

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 31 Jul 2016 10:05 WIB
Dosen Tari UNJ Revitalisasi Tari Jaran Kepang Temanggung
Foto: Tia Agnes Astuti (detikHOT).
Jakarta - Kabupaten Temanggung dikenal dengan seni pertunjukan Jaran Kepang atau sering disebut dengan Kuda Lumping. Di acara kerakyatan yang digagas oleh Sundari Mardjuki dan Kartika Mutiara Sari digelarlah 'Pasar-pasaran Temanggung' yang menampilkan Tari Jaran Kepang yang telah direvitalisasi.

Kartika Mutiara Sari, seorang dosen tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) adalah sosok yang berada di bali revitalisasi Tari Jaran Kepang. Ditemui di Museum Nasional, usai pementasan Tari Jaran Kepang, Kartika mengatakan ada 45 motif gerak tarian yang dikembangkan.

"Saya sudah melakukan penelitian sejak Maret 2015 sampai bulan Juni lalu, dari mencoba membuka manuskrip dan mencoba merekonstruksi setiap gerakan yang ada. Ada dua tahap pengembangan, unit dan massal. Dan ini baru yang unit saja," katanya kepada awak media yang hadir pada Sabtu (30/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manuskrip yang dimaksud oleh Kartika adalah buku-buku panduan tentang gerak tari Jaran Kepang yang ada di kampung halamannya. Dia menjelaskan pada 1972 tari Jaran Kepang dikembangkan lagi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Temanggung, R.Soebagyono yang merupakan ayah dari Kartika. Di era tersebu, R.Soebagyono menata kembali gerak, iringan, tata rias, busana, serta unsur pendukung lainnya.

Seni pertunjukan tari Jaran Kepang pun makin dikenal masyarakat luas, hingga menjadi bagian dari acara pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 1975 dengan menghadirkan 1500 penari. Sayangnya, sepeninggal R.Soebagyono kesenian khas Temanggung ini mulai pudar.

"Secara harfiah saya tidak mengubahnya. Tapi mengembangkannya dan menghadirkan Leak di salah satu bagian," tambah Kartika.

Di acara 'Pasar-pasaran Temanggung', Kartika menampilkan 15 penari Jaran Kepang diiringi oleh 15 pemain musik dari Desa Lamuk, Temanggung. Sejak pukul 10 pagi, publik dan pengunjung Museum Nasional sudah memadati halaman Taman Sanken untuk menyaksikannya. Hampir satu jam lamanya pementasan berlangsung, dan dilanjutkan dengan peluncuran novel 'Genduk' karya Sundari Mardjuki terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Usai pementasan, ketika sesi diskusi berlangsung koreografer kelahiran Temanggung Didik Nini Thowok mengkritisi hasil revitalisasi Kartika terhadap tari Jaran Kepang. Menurutnya, kehadiran Leak sebagai bagian tarian tidak jelas asal muasalnya.

"Tika telah berani mengangkat salah satu tarian khas Temanggung. Tapi Jatilan Temanggung tadi yang dipentaskan hanya membetulkan saja, saya lihat kolaborasi dengan Leak Bali ndak jelas juntrungannya," pungkas Didik.

Rencananya, hasil revitalisasi Kartika terhadap tari Jaran Kepang Temanggung akan ditampilkan di acara Folkfore Festival di Republik Ceko pada 10 Agustus mendatang.

(tia/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads