Kartika Mutiara Sari, seorang dosen tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) adalah sosok yang berada di bali revitalisasi Tari Jaran Kepang. Ditemui di Museum Nasional, usai pementasan Tari Jaran Kepang, Kartika mengatakan ada 45 motif gerak tarian yang dikembangkan.
"Saya sudah melakukan penelitian sejak Maret 2015 sampai bulan Juni lalu, dari mencoba membuka manuskrip dan mencoba merekonstruksi setiap gerakan yang ada. Ada dua tahap pengembangan, unit dan massal. Dan ini baru yang unit saja," katanya kepada awak media yang hadir pada Sabtu (30/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Secara harfiah saya tidak mengubahnya. Tapi mengembangkannya dan menghadirkan Leak di salah satu bagian," tambah Kartika.
Di acara 'Pasar-pasaran Temanggung', Kartika menampilkan 15 penari Jaran Kepang diiringi oleh 15 pemain musik dari Desa Lamuk, Temanggung. Sejak pukul 10 pagi, publik dan pengunjung Museum Nasional sudah memadati halaman Taman Sanken untuk menyaksikannya. Hampir satu jam lamanya pementasan berlangsung, dan dilanjutkan dengan peluncuran novel 'Genduk' karya Sundari Mardjuki terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU).
Usai pementasan, ketika sesi diskusi berlangsung koreografer kelahiran Temanggung Didik Nini Thowok mengkritisi hasil revitalisasi Kartika terhadap tari Jaran Kepang. Menurutnya, kehadiran Leak sebagai bagian tarian tidak jelas asal muasalnya.
![]() |
Rencananya, hasil revitalisasi Kartika terhadap tari Jaran Kepang Temanggung akan ditampilkan di acara Folkfore Festival di Republik Ceko pada 10 Agustus mendatang.
(tia/ron)













































