Karya berasal dari kategori pendatang baru dan profesional yang memenangi kompetisi tersebut selama lima tahun belakangan. Termasuk, lukisan karya seniman yang menang gelar 'UOB Southeast Asian Painting of the Year' ikut ditampilkan. Seperti 'The Hymn of School' oleh Y.Indra Wahyu, 'Old Stock Fresh Menu' oleh Antonius Subiyanto, dan 'Exploitation of Fish' oleh Anggar Prasetyo.
"Untuk pertama kalinya kami tur dua kota untuk mempromosikan kompetisi tahun ini. Dua kota tersebut dipilih karena peserta banyak yang berasal dari Bandung dan Yogyakarta," ungkap Strategic Communications & Customer Advocacy Head PT Bank UOB Indonesia Maya Rizano, di Gedung UOB Plaza Thamrin, Selasa (14/6/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dibilang 50 persen lebih berasal dari kedua kota itu. Yogya memiliki komunitas seni yang kuat dan berpengaruh, sedangkan Bandung ada perkembangan seni modern yang kuat dan melahirkan seniman-seniman pendatang baru," tambah Maya.
Simak: Kompetisi Seni Lukis Tahunan UOB Kembali Dibuka
Pameran di Yogyakarta berlangsung di Galeri RJ Katamsi, ISI Yogyakarta dari 17 sampai 24 Juni. Sebelumnya digelar talkshow seni yang bertemakan, 'Membingkai Sensibilitas dalam UOB Painting of the Year' dengan narasumber kurator seni Kuss Indarto, pendiri OHD Museum Oei Hong Djien, dan kurator seni Suwarno Wisetrotomo.
Di kota kedua, diskusi seni dan pameran diselenggarakan di Rumah Seni Sarasvati, Bandung. Diskusi diadakan pada 28 Juni pukul 15.00 WIB lalu dilanjutkan dengan pembukaan eksibisi sampai 5 Mei mendatang.
(tia/mmu)










































