Selain Lukisan Disita, Mural di Galeri IAM Yogyakarta Juga Diminta Dihapus

Selain Lukisan Disita, Mural di Galeri IAM Yogyakarta Juga Diminta Dihapus

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 01 Jun 2016 15:21 WIB
Selain Lukisan Disita, Mural di Galeri IAM Yogyakarta Juga Diminta Dihapus
Foto: Galeri IAM-Yogyakarta
Jakarta - Tak hanya sembilan lukisan saja yang diamankan oleh pihak kepolisian dari Polsek Kraton kota Yogyakarta pada Senin (30/5) lalu. Tapi, mural yang terdapat di depan galeri Independent Art-Space and Management (IAM) di Patehan, Kraton, kota Yogyakarta juga diminta untuk dihapuskan.

Menurut salah satu seniman yang berpameran, Ervan Dwi Putra, muralnya juga dianggap mengandung unsur LBGT dan pornografi. "Tapi mural itu cuma buat tanda bahwa ada pameran di IAM," kata dia ketika dihubungi detikHOT, Rabu (1/6/2016).

Baca Juga: 9 Lukisan di Galeri IAM Yogyakarta Disita karena Dituding LGBT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, pihak galeri IAM Yogyakarta hanya memasang banner di depan rumah. Tapi, karena pameran terakhir akhirnya dibuatlah kesepakatan untuk melukis dinding atau mural.

"Muralnya juga nggak ada judul, dan buat kebutuhan publikasi doang," lanjutnya lagi.

Pameran 'Idola Remaja Nyeni' karya Ervancehavefun dan Sebtian dibuka untuk umum pada 19 Mei dan ditutup 30 Mei lalu. Eksibisi visual art ini menjadi perbicangan karena sekelompok warga yang mengatasnamakan Laskar Kalimosodo melapor kepada kepolisian setempat bahwa terdapat acara sarasehan LGBT. Serta, menuding karya seni yang dipajang di situ mengandung unsur pornografi.

Lantaran aduan tersebut, kepolisian mengamankan karya seni dan mural sudah dihapuskan kemarin. Pada Selasa (31/5) sore, polisi mengembalikan lukisan ke Galeri IAM dengan mengajak seniman untuk mengangkut karya mereka.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads