Surat yang dipublikasikan di Literary Hub itu berbunyi, "Kami menandatangani karena ini persoalan hati nurani, menentang tegas atas pencalonan Donald Trump untuk Presiden Amerika. Karena kami percaya bahwa pengetahuan, pengalaman, dan sejarah diperlukan sebagai seorang pemimpinan. Karena sejarah kediktatoran tidak bisa berdiri di negara ini," katanya, dikutip dari Huffington Post, Rabu (25/5/2016).
Baca Juga: Rebel Wilson Bergabung di Panggung West End 'Guys and Dolls'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petisi tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2014 lalu, lebih dari 900 penulis bersatu menandatangani petisi yang berbicara tentang Amazon. Amazon dianggap sebagai ancaman bagi industri penerbitan buku.
Salah satu penulis Lauren Groff menyatakan ekspresi dan kekhawatirannya terhadap Trump. "Jika Anda mendukung penuh Trump, sebaiknya Anda harus berpikir ulang," ujar dia.
(tia/mmu)











































