Penghargaan yang digagas oleh Sovereign Art Foundation yang berbasis di Hong Kong itu membantu anak-anak yang kurang beruntung lewat rehabilitasi dan pendidikan seni. Salah satu project-nya adalah pemberdayaan seni untuk anak-anak Kamboja melalui program musik. Serta anak-anak terlantar di Mongolia lewat program seni.
Baca Juga: ART|JOG Umumkan 71 Nama Seniman Mancanegara dan Indonesia yang Berpartisipasi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam eksibisinnya, Aditya menampilkan karya seni instalasi 'Di(saster)agram: People, Nature, and Its Undisclosed Reality'. Berdampingan dengan karya Bagus Pandega yang berjudul 'Repetitive Looping Voices'.
Selain keduanya, masih ada karya finalis dari Singapura, Jepang, Thailand, dan Afghanistan. Nantinya, karya seni 30 finalis akan dipajang juga di galeri The Rotunda, Hong Kong dari 21-31 Mei mendatang.
Nah, bagi Anda pecinta seni yang menggemari karya dua finalis Indonesia yuk segera voting keduanya. Caranya sangat mudah, cukup voting di akun Facebook Yayasan Sovereign Art Foundation di link berikut ini!
(tia/mmu)











































