'Sang Burung' Melayang di Langit Jakarta

Tia Agnes - detikHot
Senin, 02 Mei 2016 08:15 WIB
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Pertunjukan L'Oiseau atau 'Sang Burung' sukses diselenggarakan di depan pelataran Plaza Senayan Jakarta. Aksi seniman dua negara, Prancis dan Indonesia memukau para pengunjung mall saat pembukaan gelaran Printemps Francais 2016 akhir pekan lalu.

Malam itu, langit Jakarta sudah dilanda hujan sejak siang hari. Kawasan Senayan pun hujan sebelum pertunjukan berlangsung, namun tepat pukul 19.00 WIB, cuaca berangsur membaik dan pertunjukan 'Sang Burung' pun dimulai.

Sekitar 14 balon helium ada di atas wayang layang berbentuk burung. Berwarna putih dan bersih, empat dalang memainkannya dari bawah. Ibarat memainkan sebuah permainan tradisional layang-layang, mereka menarik 'Sang Burung' ke sana dan kemari, mengikuti alur cerita empat babak sekaligus mengatur gerak angin, malam itu.

Beberapa simbol muncul dalam ceritanya. Seperti karaker demonstran yang dibuat Herry Dim, maupun karakter Heri Dono yang khas, maupun gambar hitam putih bergambarkan petani dan buruh serta tulisan 'rakyat biasa'. Semuanya menyatu dengan alunan musik etnis kontemporer dari Senyawa yang diciptakan oleh Rully Shabara dan Wukir Suryadi.

'Sang Burung' mengisahkan tentang bagaimana manusia membaca dunia, tentang dialog antar manusia, kebebasan berpendapat atau berekspresi yang disimbolkan dengan protes. Serta di bagian terakhir, pertunjukan yang dibawakan oleh Les Remouleurs itu menceritakan tentang imajinasi tanpa batas.



Sebelum dipentaskan di Jakarta, pertunjukan 'Sang Burung' berlangsung di depan Jogja National Museum (JNM) Yogyakarta pada 28 April lalu. Pertunjukan yang kedua ini lebih spesial karena mengambil segmentasi masyarakat ibukota di tengah salah satu pusat perbelanjaan tertua di Indonesia.

"Tantangan terberat di pementasan kali ini adalah selama satu jam kami harus menyatu dengan alam dan berdamai dengannya serta bersama penonton yang hadir di pembukaan Printemps Francais 2016," ujar direktur artistik Les Remouleurs, Anne Bitran, saat temu media sebelum pementasan, Sabtu (30/4) lalu.

Dalam proyek kolaborasi 'Sang Burung', Les Rémouleurs yang beranggotakan Gallia Vallet, Olivier Vallet dan Anne Bitran berkolaborasi dengan seniman Indonesia yaitu Bob dari komunitas Marjinal Kolektif (Jakarta), Heri Dono, Rangga Jadoel dan Sugeng Utomo (Yogyakarta), Gepeng Dewantoro dan Wayang Motekar (Bandung). Elemen Prancis hadir lewat sketsa dari seniman Gallia Vallet dan Martina Menconi. Mereka akan memproyeksikan ke wayang layang The Bird melalui overhead projector.



Anne pun menjelaskan 'Sang Burung' merupakan perlambang kebebasan, mudah hancur, sekaligus mudah diterbangkan di langit Jakarta. "Sang Burung tidak memiliki batas. No border dan karena itulah kami mementaskan Sang Burung dan mengajak seniman-seniman Indonesia," ungkap Anne.

Sebelum pentas di Jakarta dan kota-kota lainnya, mereka terlebih dahulu menggelar residensi pada 3-15 Maret lalu. Nantinya, Les Remouleurs akan dilanjutkan di Taman Budaya, Jalan Gentengkali Nomor 85, Surabaya pada 4 Mei pukul 18.30 WIB. Lalu, saat Festival Gunungan di Bale Pare Kota Baru Parahyangan, 'Sang Burung' bakal berlangsung pada 7 Mei pukul 20.00 WIB. Sedangkan kota terakhir yakni Bali pada 10 Mei pukul 19.00. Tak lagi gratis, tapi pertunjukan yang berlangsung di Garuda Wisnu Kencana Bali akan dibanderol senilai Rp 60.000 (WNI), dan Rp 100.000 (WNA).


(tia/tia)