Termasuk, satu grup tari asal Tiongkok dan tiga grup dari Malaysia. Dalam keterangan pers, Jumat (29/4/2016), tema yang diangkat adalah 'Menyemai Rasa Semesta Raga'. Maestro-maestro tari pun hadir.
Di antaranya adalah Ponity asal Banyuwangi, Jawa Timur, dan Ida Bagus Oka Wajana dari Bali, Samsuri, dosen tari ISI Solo dan Mujosetyo pemain Wayang Orang Barata Jakarta yang bakal menari selama 24 jam. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Sri Rochana mengatakan hadirnya para maestro supaya menyemangati semangat para penari generasi muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Peringati Hari Buruh, Pertunjukan 'Tiga Titik Monolog' Digelar Akhir Pekan Ini
Solo Menari 24 jam dimulai pada Kamis lalu (28/4) pukul 15.30 WIB dan berakhir sore ini. Acara digelar di sejumlah lokasi antara lain sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari bundaran Gladag hingga Kantor Balaikota Surakarta, kawasan kampus ISI Surakarta, SMK Negeri 8, dan sejumlah mal.
Selain menyuguhkan sarasehan regenerasi tari tradisi, Sri Rochana mengutarakan kalau gelaran ini bakal disemarakkan dengan Seminar Internasional yang menampilkan pembicara Prof Tiantong Zhan dari Tiongkok, Prof Shahanum Mohd dari Malaysia, Narumol Thammapruksa dari Thailand dan Wahyu Santoso Prabowo dari ISI Solo.
(tia/mmu)











































