Penyair sekaligus penulis asal Naples, Italia itu menjadi terkenal karena menggunakan nama samaran dan pilihannya melepaskan diri dari seorang penulis. Seperti dikutip detikHOT dari Time, penulis 'Fates and Furies', Lauren Groff mengatakan bukunya diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Ann Goldstein.
Simak: Ratu Polkadot Yayoi Kusama, Seniman Paling Berpengaruh Versi Time
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga novel pertamanya yakni 'Troubling Love', 'Days of Abandonment' dan 'The Lost Daughter' merupakan novel dengan cerita yang tajam dan menggelisahkan.
"Serinya adalah karya epik. Elena dan Lila tumbuh di pertengahan abad ke-20 di Naples, berjuang untuk pendidikan, kelas, menjadi ibu, istri, dan kekasih. "Ferrante adalah subversif halus, buku briliannya adalah bom waktu yang terlalu keras untuk diabaikan," ungkap Groff.
Di laman Wikipedia, identitas Ferrante memang disembunyikan sejak novel pertamanya rilis pada 1992 silam. Novel seri 'Neapolitan' terdiri dari 'My Brilliant Friend', The Story of a New Name' (2013), 'Those Who Leave And Those Who Stay' (2014), dan 'The Story of the Lost Child' yang dinominasikan untuk Strega Prize, penghargaan sastra Italia. Seri keempat juga masuk dalam 10 Buku Terbaik 2015 versi The New York Times. Sekaligus, mengantarkannya ke dalam 'long list' penghargaan bergengsi The Man Booker International yang pengumumannya akan dipublikasikan April 2016 mendatang.
(tia/tia)











































