Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Diah Tutuko Suryandaru mengatakan festival ini merupakan gagasan untuk mengembangkan seni pantomime yang ada di Yogyakarta. "Karena pantomime adalah seni yang menggunakan gerak tubuh sebagai media ekspresi dan selama ini kurang diminati generasi muda," ucapnya, dalam keterangan pers, Selasa (19/4/2016).
Simak: Sore Bersama Rembrandt di Rijksmuseum
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kelompok seniman yang terlibat adalah dari SD Muhammadiyah Sapen yang merupakan satu dari lima penampil yang bakal memeriahkannya. Sebanyak 75 siswa SD putra-putri kelas II-V akan membawakan cerita 'Radio Mbah Darmo'.
Diah melanjutkan, Taman Budaya Yogyakarta sebagai UPTD Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tugas sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan seni pertunjukan di Yogyakarta. Seni pantomime menjadi satu seni yang akan terus dikembangkan sehingga makin mengukuhkan Yogyakarta sebagai kota budaya.
"Dengan tumbuh dan berkembangnya seni pantomime di Yogyakarta, niscaya akan memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan seni di Yogyakarta," tutupnya.
Berikut jadwal lengkap pementasan 'Festival Pantomime 2016':
Jumat, 22 April 2016, pukul 19.30 WIB
1. Sanggar Sapu Lidi (Wonosobo) dengan lakon berjudul 'Hijau Bumiku Hijau Negeriku'
2. Kelompok SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta dengan lakon 'Radio Mbah Darmo'
Sabtu, 23 April 2016, pukul 19.30 WIB
1. Dance Mime Community dengan lakon 'DIRIGENT'
2. Malmime-Ja & Mila Art Dance dengan lakon 'Perempuan di Titik Nol' (KM)
3. Deaf Art Community, dengan lakon 'Mencari Jatayu'
(tia/tia)











































