Darbotz dan Ironi 'Tiban Meniban' Grafiti

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 19 Apr 2016 08:40 WIB
Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Sejak awal berdiri, Garduhouse Art Space and Gallery selalu menjadi tempat berkumpulnya street artist dan penggemar seni jalanan. Galeri yang hanya berbentuk rumah itu terbilang tak biasa dari bangunan galeri pada umumnya. Kesan hangat dan tanpa sekat sangat terasa sejak awal memasuki pintu gerbang.

Akhir pekan lalu, sebuah pameran kolaborasi Darbotz bersama 22 street artist ternama Tanah Air, memeriahkan Garduhouse Art Space yang baru saja pindah tempat pada Agustus 2015 dari lokasi awal di kawasan Tanah Kusir. Sejak pukul 10 pagi, pecinta seni jalanan sudah tiba di Gardu dan memeriahkan pembukaan eksibisi yang diberi judul 'Sama Sama'.  

Dari pintu masuk, terdapat grafiti Darbotz x Hard13. Karakter monster hitam-putih bercampur dengan gaya grafitirealist yang sudah ditekuni pria yang akrab disapa Abenk sejak 2009. Masuk ke bagian dalam rumah, di teras depan, terdapat Grafis Huru Hara yang tengah live print dan musik oleh Problem Boys Record.

Satu per satu grafiti di tembok galeri maupun di atas kanvas menghiasi Garduhouse Art Space. Karya tanpa konsep dan tak ada benang merah masing-masing, hanya punya satu pesan. "Kita kerja bareng-bareng, kita nge-bomb bareng-bareng.  Itulah konsep dari 'Sama Sama'," ungkap Darbotz saat ditemui di hari pembukaan di Garduhouse.

Simak: Pameran 'Sama Sama' Darbotz dan Puluhan Street Artist Resmi Dibuka

Selama dua minggu, mereka yang terlibat di eksibisi tersebut menggarapnya sama-sama. Tak ada aturan maupun tema apapun. "Semuanya bebas."



Ide project tersebut diinisiasi oleh Darbotz dan Bujangan Urban (pendiri Garduhouse) sejak tahun lalu. Mereka mengkritisi fenomena baru di jalanan saat ini dan kegelisahan terhadap generasi baru street art. Menurutnya, generasi sekarang mengacu kepada street art New York yang minim tembok dan aturan ketat dari keamanan setempat. Banyak yang menganggap membuat mural dan grafiti itu harus vandal dan 'tiban meniban'.

"New York memang minim tembok dan sudah ada aturan. Beda dengan Jakarta yang masih abu-abu, dan elu bebas untuk bikin grafiti di mana saja. Masih banyak tembok kok, trus kenapa harus tiban meniban," kata Darbotz.  

Pria yang selalu tidak ingin menampilkan wajahnya ketika difoto tersebut menambahkan bahwa ia juga pernah ditiban oleh grafiti lainnya. Bahkan oknum yang sama seperti sengaja mengincar grafiti Darbotz lalu merusaknya. Hal tersebut terjadi di beberapa titik karya Darbotz. "Akhirnya, jadi tahu siapa orang," ujarnya.



Secara tidak langsung, 'Sama Sama' punya pesan khusus kepada pengunjung yang datang. "Nggak usah tiban meniban grafiti atau mural," tegas pendiri Tembok Bomber' ini.

Street artist yang terlibat di pameran ini di antaranya adalah Yuko7, Sic, Tuts, Yeah!, Wormo, Rubseight, Muck, Order Plus, Bujangan Urban, Add17, Kims, Smokie, Stereoflow, Name2, Dasle, Koma, Hard13, Pino, Shake, Ashtwo, The Popo, dan Dyeget.

Jika kebetulan berada di kawasan Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, mampirlah ke Garduhouse Art Space and Gallery. Meski hari pembukaan sudah selesai, tapi pameran 'Sama Sama' masih bisa dilihat sampai tanggal 30 April mendatang. Jangan lupa berfoto ria dan upload ke Instagram, sertai hastag #pameransamasama, #darbotz, dan #garduhouse. Karena berpose di Garduhouse sangat Instagrammble!



(tia/tia)