Pelukis Gore Terancam Bui Jika Menjual Lukisan Donald Trump

Pelukis Gore Terancam Bui Jika Menjual Lukisan Donald Trump

Tia Agnes - detikHot
Senin, 18 Apr 2016 12:16 WIB
Pelukis Gore Terancam Bui Jika Menjual Lukisan Donald Trump
Foto: Huffington Post
Jakarta - Lukisan yang mirip dengan Donald Trump karya Ilma Gore sedang dipamerkan di Maddox Gallery, London dengan harga jual £ 1 juta atau sekitar Rp 18,6 miliar sejak pekan lalu. Karya yang menampilkan gambar dari calon presiden Partai Republik yang kontroversial itu menarik perhatian banyak kolektor seni.

Namun, sang seniman diancam oleh oknum yang tak dikenal jika berhasil menjualnya. Lukisan berjudul 'Make America Great Again', menggambarkan Trump dengan alat kelamin yang sengaja lebih kecil. Ia pernah mem-posting di akun Facebook pribadi tapi disensor di media sosial.

Dilansir dari Guardian, Senin (18/4/2016), The Maddox Gallery London menawarkan untuk memamerkannya kepada publik setelah sebuah galeri seni Amerika tidak ada yang berani memajang karya Gore. Ratusan pengunjung mengantri untuk melihat pekerjaan kontroversial tersebut. Gore mengatakan kolektor seni di Inggris sangat mendukung karyanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak: Pagelaran Opera Jawa Klasik 'Kidung Dandanaka' Digelar 22-23 April

"Di mana-mana, lukisannya dilarang beredar khususnya di Amerika. Saya pikir pekerjaan seorang seniman adalah membuat representasi dari wilayah atau isu sosial yang ada di sekitar kita," ungkapnya.

Setelah melukis dan mempublikasikan ke media sosial, seniman yang berbasis di Los Angeles menerima ribuan ancaman pembunuhan. Ia pun sampai harus melakukan perjalanan ke Inggris untuk melarikan diri. Direktur Galeri Maddox, Cordelia de Freitas mengatakan sosok lukisan memang menjadi perdebatan.

"Obyeknya memang mirip dengan Donald Trump bersama dengan egonya. Dari sana semua orang ingin segera melihat lukisan itu," tandasnya. Namun, Gore justru mengungkapkan karyanya terinspirasi dari Marco Rubio.

Jika lukisannya terjual, Gore mengatakan akan menyumbangkan sebagian penghasilan untuk lelang amal dan penampungan tunawisma di Los Angeles.

(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads