"Empat lokasi ini kami rencanakan dari jauh-jauh hari. Dan tempat pusatnya wisatawan Indonesia," ujar Direktur Artistik pementasan tersebut Show Ryuzanji ketika ditemui di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Simak: Pertunjukan Wayang 'Semarak Pesona Indonesia 2016' Digelar di Senayan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga belajar bahasa Jawa agar dekat dengan masyarakat. Dekat dengan publik yang ada di lokasi pementasan yang kami gelar," lanjut Show.
Cerita 'Kera Sakti' diadaptasi dari kisah yang diadaptasi 'Journey to the West' karya sastra abad ke-16 ciptaan Wu Cheng'en. Menceritakan Goku, sang kera batu ditinggalkan sendiri di bumi. Terlahir dari sebongkah batu, Goku memakan banyak buah keabadian dan tidak akan pernah mati, walau tubuhnya dipotong dan dibakar. Goku mengamuk di surga dan dikutuk oleh para makhluk surgawi menjadi sebongkah batu selama 500 tahun.
Lima abad berlalu, Goku ditemukan oleh seorang manusia mirip tuyul yang tengah melakukan perjalanan. Manusia yang di dalam cerita dikisahkan adalah seorang biksu yang mencari sebuah kitab rahasia ke Barat. Dalam adaptasi Ryuzanji Company, mereka menuju Tenjiku. Di perjalanan, Goku dan sang Guru, bertemu dengan Hakkai dan Sagojo. Manusia tuyul itu pun menjadi incaran para siluman.
Setelah pementasan di Indonesia dan Thailand, Ryuzanji Company Jepang juga akan menggelar pertunjukan terbarunya di Taiwan tahun ini. Ryuzanji Company yang berdiri Juli 1984 pernah mendirikan Rakujuku tahun 1998, sebuah kelompok teater untuk orang berusia 45 tahun ke atas. Dan kelompok teater Paradise Ichiza pada 2006, yang anggotanya rata-rata berusia 82 tahun.
(tia/mmu)











































