Ratusan galeri berasal dari 35 negara penjuru Asia Pasifik. Edisi ini juga memperkenalkan 28 galeri baru yang turut pertama kalinya berpartisipasi. Sebanyak 9 dealer Asia termasuk Singapore Yeo Workshop, Taipei's Gallery 100, Shanghai's Longmen Art Projects, dan Beijing's Ink Studio.
Serta nama galeri dari Eropa yakni Cardi Gallery Milan dan London, David Kordansky Gallery Los Angeles, Galerie Jocelyn Wolff Paris, dan Greene Naftali New York. Siapa sajakah highlights pameran di sekitar Art Basel Hong Kong 2016?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran Tunggal Robert Rauschenberg di Pace Hong Kong
Perdana pameran tunggal Robert Rauschenberg di Hong Kong meliputi karya-karyanya dari Shiner, Spread, dan seri perkotaan Bourbon, serta proyeknya di Rauschenberg Overseas Culture Interchange (ROCI). Para pengunjung akan mendapatkan karya visualnya dan kekhasan teknis gambar mulai 21 Maret sampai 12 Mei mendatang.
Pameran Tracey Emin, "I Cried Because I Love You" di Lehmann Maupin and White Cube
Tracey Emin menjadi seniman Inggris yang diperbincangkan belakangan ini. Di eksibisinya kali ini, ia akan menampilkan lukisan, gambar, karya neon, sulaman, dan serangkaian inspirasi yang terinspirasi oleh sebuah batu besar zaitum yang berada di dekat studio Emin di Prancis bagian selatan. Dia pun bakal memajang kenangan upacara pernikahan yang digelar tahun lalu. Namun, Emin menggunakan kain kafan putih yang digunakannya untuk menghiasi jenazah ayahnya beberapa waktu lalu. Pameran ini dibuka 21 Maret-12 Mei 2016.
Cheng Ran, "In Course of the Miraculous"
Disajikan oleh K11 Art Foundation, pameran ini akan menampilkan karya terbaru dari Cheng Ran. Sebuah epik dari perjalanannya sebagai seorang seniman termasuk sebuah film 9 jam yang pernah ditayangkannya di Istanbul Biennale 2015. 'In Course of the Miraculous', ia membuat tiga episode kehidupanl; persimpangan Atlantic, ekspedisi Gunung Everest, dan pelayaran laut.
Enrico Marone Cinzano, "China Clean" di Pearl Lam Galleries
Pameran perdana desainer Italia di Hong Kong memajang 6 patung buatan tangan dan dua potongan furniture yang semuanya dibangun menggunakan bahan daur ulang. Karya-karyanya juga akan membahas tentang tradisi dari Tiongkok.
Yan Pei-Ming, "It Takes a Lifetime Menjadi Young" di Massimo De Carlo
Meresmikan galeri Massimo De Carlo Hong Kong di Gedung Pedder, setelah Milan dan London, pameran solo pelukis asal Tiongkok Yan Pei-Ming akan meramaikan Art Basel Hong Kong 2016. Ia telah bekerja dengan De Carlo sejak 1998 silam. Serangkaian karya-karya barunya meliputi sejarah seni lukis.
(tia/ron)











































