Pementasan yang bertepatan dengan Imlek dan Cap Go Meh 2016, disajikan dengan serba Imlek dan atraksi barongsai. Para penonton pun akan diajak untuk mengenang Malang tempo dulu khususnya kawasan Pecinan yang dikenal oleh warga Malang.
Pecinan di Malang, mencerminkan harmonisasi dalam perbedaan budaya dan karakternya masing-masing. Keakraban dan kerukunan di tempat itu mewujudkan arti sesungguhnya dari Bhinneka Tunggal Ika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanannya, Paguyuban Genaro Ngalam telah melakukan banyak kegiatan bidang sosial dan budaya. Salah satunya, adalah mengadakan mudik murah di saat Lebaran, untuk warga kota Malang dan sekitarnya yang bekerja di Jakarta.Β Selain itu, beberapa kali diadakan kegiatan kangenan dalam suasana akrab dan santai untuk teman-teman mantan siswa dan mahasiswa berasal dari Malang. Tiap kali diadakan, acara ini dihadiri lebih dari 1000 orang yang telah saling kenal.
Pembawa lakon terdiri dari para pemain profesional, maupun pemain dari pengurus Paguyuban GN dan para simpatisan. Semua dikemas baik dengan arahan sutradara Ribut yang telah dikenal di kalangan pelaku seni tradisi.
'Tacik Pecinan Kepincut' diselenggarakan 21 Februari 2016 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
(tia/doc)











































