Art Stage kali ini pun memajang karya dari 173 galeri di 34 negara yang berpartisipasi. Seperti yang dilaporkan penyelenggara Art Stage Singapore 2016, sejak hari pembukaan bagi kolektor seni dan media, ada beberapa karya seni yang berhasil terjual. Karya siapa sajakah?
Sakurado Fine Arts melaporkan karya seniman Jepang, Yayoi Kusama yang identik dengan ciri khas polkadot itu terjual senilai USD 1,2 juta atau sekitar Rp 16,7 miliar. Sundaram Tagore Gallery yang terletak di kawasan Gillman Baracks menjual karya seniman Korea Selatan Chun Kwang untuk harga USD 175.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua karya print Steve McCurry juga mencetak harga fantastis USD 42.000 atau sekitar Rp 584 juta. Serta karya seniman Singapura Jane Lee juga terjual Rp 458 juta.
Sedangkan seniman Thailand Kittisak Thapkoa dari Nomor 1 Gallery berhasil menjual karyanya SGD 60.000 atau sekitar Rp 136 juta. Karya seni dari seniman Syagini Ratna Wulan yang mewakili galeri ROH Projects juga terjual senilai USD 30.000 atau sekitar Rp 416 juta.
![]() |
Laporan fantastis lainnya juga berasal dari STPI Gallery yang berbasis di Singapura, semua karya dari seniman Chua E Kay terjual oleh kolektor seni mancanegara. ShugoArts dari Jepang juga menjual karya seniman Aki Kondo, Masaya Ichiba, dan seniman Hong Kong Lee Kit berkisar antara USD 5.000 (Rp 69,4 juta) dan USD 10.000 (Rp 138 juta).
"Penjualan tahun ini sangat sehat. Kami merasa bahwa booth STPI adalah tempat peleburan ketika banyak orang termasuk klien, seniman, kurator seni, dan direktur museum bertemu dan menjalin relasi. Kami memperkenalkan seniman-seniman baru yang ditampilkan di booth. Dan Art Stage menjadi semangat kolobarasi yang sangat bagus," kata Direktur STPI Gallery Rita Targui.
![]() |
Di edisi keenam kalinya ini, Art Stage sekali membuktikan eksistensinya dan pasar global yang mendatangkan konten inovasi. Direktur sekaligus Pendiri Art Stage Singapore 2016, Lorenzo Rudolf mengatakan Art Stage selalu berkomitmen menyajikan konten baru dan karya yang lebih menantang dari sebelumnya.
"Konten inovatif kami tampilkan lewat Southeast Asia Forum dan tidak hanya inovatif tapi juga tanggung. Hal ini yang menjadi aspek penting, pembeda, dan posisi kami yang kuat di art fair dunia," pungkasnya.
(tia/doc)












































