Tiga Seniman Dicalonkan Raih Penghargaan di Art Stage Singapore 2016

Tiga Seniman Dicalonkan Raih Penghargaan di Art Stage Singapore 2016

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 08 Jan 2016 17:06 WIB
Tiga Seniman Dicalonkan Raih Penghargaan di Art Stage Singapore 2016
Foto: Art Stage Singapore 2016
Jakarta - Penghargaan 'Josep Balestier' untuk kebebasan seni hadir kembali di tengah gelaran Art Stage Singapore 2016. Kali ini, ada tiga seniman Asia yang dinominasikan untuk memperebutkan hadiah senilai USD $15,000 atau sekitar Rp 208 juta.

Mereka adalah Aye Ko (Myanmar), Lee Wen (Singapura), dan Nguyen Trinh Thi (Vietnam). Ketiga nama ini dinilai mengusung karya yang fokus dan konsisten untuk kebebasan berkesenian. Tiga calon tersebut dipilih oleh tim dewan juri yang dipimpin oleh Direktur Singapore's Centre for Contemporary Art (CCA) Dr.Ute Meta Bauer, Direktur Bangkok Art and Culture Centre (BACC) Luckana Kunavichayanont, dan kurator seni independen asal Indonesia, Enin Supriyanto.

Simak: 'Rentak Harmoni', Drama Musikal Alumni Pengajar Muda Indonesia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duta Besar Amerika Serikat di Singapura, Kirk Wagar mengatakan ketiga finalis memiliki kekuatan dan keberanian dalam karya seninya.

"Mereka mengambil risiko untuk membicarakan tentang kebenaran. Saya bangga ikut andil dalam penghargaan tahun ini dan mengumumkan pemenangnya," ucapnya dalam keterangan pers kepada detikHOT, Jumat (8/1/2016).

Sepanjang dua dekade berkarier sebagai seniman, Aye Ko telah dikenal publik Myanmar dan menjadi seniman profesional yang diperhitungkan namanya. Karya-karyanya fokus pada persoalan politik dan lingkungan hidup.

Baca Juga: Pameran Tunggal Eko Nugroho Diperpanjang Hingga 21 Februari

Sedangkan Lee Wen asal Singapura selalu mengedepankan tema-tema sosial dan identitas bangsa. Dikenal sebagai seniman yang memiliki karya seri 'Yellow Man', dia salah satu pionir performance art di Singapura. Nominasi ketiga yang juga diunggulkan adalah adalah Nguyen Trinh Thi.

Karya seninya fokus pada persoalan masyarakat dan sejarah tentang negara asalnya, Vietnam. Film-nya mengangkat persoalan marginalisasi yang ada dalam sebuah kelompok di Vietnam.

Tahun lalu, penghargaan 'The Joseph Balestier for the Freedom of Art' diberikan kepada seniman kontemporer asal Indonesia, FX Harsono. FX terpilih dari 7 nominasi seniman yang diunggulkan di kawasan ASEAN. Upacara penganugerahan akan diserahkan oleh Duta Besar Amerika Serikat di Singapura Kirk Wagar dan Direktur Art Stage Singapura 2016, Lorenzo Rudolf pada 19 Januari 2016.


(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads