"Perang mengguncang siapa pun, termasuk saya. Tapi saya selalu mencoba optimis dan menyenangkan diri saya sendiri," ucap Saba Jallas dari Yaman yang juga berprofesi sebagai seniman.
Sepanjang konflik, dia bersama keluargaya selalu mencari cara untuk menyingirkan pikiran negatif. Salah satu yang dilakukannya adalah membuat karya seni dari gambar peperangan yang dipotretnya. Gambar ledakan dan bangunan hancur di Yaman diubahnya menjadi indah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, foto-foto tersebut di-posting-nya ke akun Facebook dengan pesan positif. "Saya memilih menyembuhkan diri melalui menggambar. Mungkin tidak banyak yang berubah tapi gambar memberi saya harapan," kata Jallas.
![]() |
Gambar-gambar yang diubahnya menampilkan anak perempuan yang merangkul kawan bermainnya. Atau anak-anak yang tengah mencari kebahagian. "Ini simbol kasih sayang yang coba saya buat."
Karya seni yang diciptakannya terinspirasi dari sekelompok seniman Palestina yang mengubah gambar pengeboman di Gaza menjadi pesan perlawanan.
Peperangan yang terjadi di Yaman dimulai pada Maret 2015 lalu. Aksi kelompok Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh, merebut Aden dan memaksa Presiden Yaman Abedrabbo Mansur Hadi untuk mengungsi setelah berhasil melarikan diri dari tahanan rumah di Sanaa.
Aksi Houthi ini pun memancing reaksi dari sejumlah negara Arab. Di bawah komando Arab Saudi, sejumlah negara Arab membentuk koalisi dan memerangi kelompok Houthi sampai sekarang ini. Karena peristiwa tersebut, diperkirakan hampir 6000 orang tewas, setengahnya adalah warga sipil.
Jangan lupa baca Top Ten detikHOT sepanjang 2015!
(tia/mmu)












































