Jean-Marie Roughol, Kisah Inspiratif Tunawisma yang Bukunya Terlaris di Paris

Memoar Tunawisma Prancis

Jean-Marie Roughol, Kisah Inspiratif Tunawisma yang Bukunya Terlaris di Paris

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 30 Des 2015 11:32 WIB
Jean-Marie Roughol, Kisah Inspiratif Tunawisma yang Bukunya Terlaris di Paris
Foto: Amazon
Jakarta - Kota Paris dikenal sebagai kota cantik dan perlambang cinta kasih bagi sepasang kekasih. Namun, di kota pusat fashion dunia itu kisah pilu dan menyedihkan juga terjadi. Saban hari, seorang tunawisma bernama Jean-Marie Roughol, 47 tahun mengemis di depan toko-toko pusat perbelanjaan ternama di Paris.

Biasanya, dia duduk di depan butik Chanel Avenue Montaigne dan menaruh gelas untuk tempat koin. Profesi tersebut dilakoninya hampir 27 tahun lamanya sejak dirinya dipecat dari pramusaji sebuah restoran.

Baca Juga: Seorang Tunawisma Asal Prancis Tulis Buku dan Jadi Bestseller

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roughol hidup luntang lantung, sendirian, tanpa keluarga dan kerabat dekat, serta bergantung pada pendapatan profesi 'mengemis'. Tiga bulan lalu, kisah perjalanannya sebagai 'seorang tunawisma' diterbitkan oleh penerbit ternama dan masuk dalam daftar terlaris 2015. Bukunya mencapai 50 ribu kopi sampai akhir tahun ini. Kepada detikHOT, lewat obrolan di akun Facebook, Roughol menceritakan mengenai buku yang tidak diduganya menjadi bestseller.

"Saya tidak tahu kalau ceritanya akan menggugah dan laris di Prancis," ucapnya, Rabu (30/12/2015).



Menurutnya, banyak yang masyarakat yang menganggap tunawisma itu sebelah mata. "Setiap orang memiliki kebutuhan akan tempat tinggal dan kami adalah manusia juga," lanjut Roughol.

Simak: Memoar Tunawisma Jean-Marie Roughol Sukses, Ini Dua Rencana Berikutnya

Bahkan lantaran dirinya adalah tunawisma, banyak yang berbuat jahat terhadapnya dan tunawisma lainnya. Lewat buku 'Je tape la manche: Une vie dans la rue' atau dalam bahasa Indonesia berarti 'Hidup saya sebagai Pengemis: Kehidupan di Jalanan', Roughol memberikan sudut pandang yang berbeda dan pesan moral lainnya.

"Saya ingin membuat orang lain paham bahwa tidak sedikit orang yang berbuat jahat kepada kami gelandangan," pungkasnya.

Secara blak-blakan, kepada detikHOT, Roughol akan mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai tunawisma Prancis sekaligus buku inspiratif yang disukai masyarakat. Simak artikel culture berikutnya hanya di detikHOT!

(tia/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads