Biasanya, dia duduk di depan butik Chanel Avenue Montaigne dan menaruh gelas untuk tempat koin. Profesi tersebut dilakoninya hampir 27 tahun lamanya sejak dirinya dipecat dari pramusaji sebuah restoran.
Baca Juga: Seorang Tunawisma Asal Prancis Tulis Buku dan Jadi Bestseller
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu kalau ceritanya akan menggugah dan laris di Prancis," ucapnya, Rabu (30/12/2015).
![]() |
Menurutnya, banyak yang masyarakat yang menganggap tunawisma itu sebelah mata. "Setiap orang memiliki kebutuhan akan tempat tinggal dan kami adalah manusia juga," lanjut Roughol.
Simak: Memoar Tunawisma Jean-Marie Roughol Sukses, Ini Dua Rencana Berikutnya
Bahkan lantaran dirinya adalah tunawisma, banyak yang berbuat jahat terhadapnya dan tunawisma lainnya. Lewat buku 'Je tape la manche: Une vie dans la rue' atau dalam bahasa Indonesia berarti 'Hidup saya sebagai Pengemis: Kehidupan di Jalanan', Roughol memberikan sudut pandang yang berbeda dan pesan moral lainnya.
"Saya ingin membuat orang lain paham bahwa tidak sedikit orang yang berbuat jahat kepada kami gelandangan," pungkasnya.
Secara blak-blakan, kepada detikHOT, Roughol akan mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai tunawisma Prancis sekaligus buku inspiratif yang disukai masyarakat. Simak artikel culture berikutnya hanya di detikHOT!
(tia/mmu)












































