Di penghujung 2015, novelis Feng Tang menterjemahkan 'Stray Birds' namun justru dianggap vulgar dan rasis. Contohnya dalam penggalan puisi di bawah ini yang terdapat di dalam buku versi asli Tagore.
The world puts off its mask of
vastness to its lover.
It becomes small as one song,
as one kiss of the eternal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The vast world unzips its trousers in front of its lover
Long as a tongue kiss
Slim as a verse
Dalam sebuah wawancara, Feng Tang mengatakan dia tidak percaya dianggap salah menterjemahkan buku kumpulan puisi Tagore. "Ada perbedaan pemahaman dari karya aslinya dan niat penulis penterjemah. Tapi siapa yang memutuskan ini salah dan itu benar?" klaimnya.
Baca Juga: Dianggap Rasis dan Vulgar, Buku Terjemahan Puisi Tagore Jadi Kontroversi
Bahkan Feng membandingkan dengan karya Tagore yang diterjemahkan oleh penulis lainnya. "Apakah dasarnya akurat atau seseorang yang harus spiritual, liar atau puitis?" lanjutnya lagi.
Kontroversi terjemahan buku kumpulan puisi 'Stray Birds' tersebut dimulai sejak akhir pekan lalu. Setelah melalui perdebatan panjang dan kontroversi, akhirnya penerbit memutuskan untuk menariknya dari toko-toko buku dan situs penjualan online pada Senin (28/12) lalu.
(tia/dal)











































