Ini Puisi Tagore yang Dianggap Vulgar di Terjemahan 'Stray Birds'

Ini Puisi Tagore yang Dianggap Vulgar di Terjemahan 'Stray Birds'

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 30 Des 2015 09:09 WIB
Ini Puisi Tagore yang Dianggap Vulgar di Terjemahan Stray Birds
Foto: Istimewa/ BBC
Jakarta - Buku kumpulan puisi 'Stray Birds' diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 1916 silam. Tiga tahun setelahnya, Rabindranath Tagore meraih penganugerahaan Nobel Sastra. Dia pun dianggap sebagai Dewa Sastra India dan karya-karyanya dikagumi sampai ke mancanegara.

Di penghujung 2015, novelis Feng Tang menterjemahkan 'Stray Birds' namun justru dianggap vulgar dan rasis. Contohnya dalam penggalan puisi di bawah ini yang terdapat di dalam buku versi asli Tagore.

The world puts off its mask of
vastness to its lover.
It becomes small as one song,
as one kiss of the eternal

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Feng Tang menterjemahkannya menjadi seperti di bawah ini:

The vast world unzips its trousers in front of its lover
Long as a tongue kiss
Slim as a verse

Dalam sebuah wawancara, Feng Tang mengatakan dia tidak percaya dianggap salah menterjemahkan buku kumpulan puisi Tagore. "Ada perbedaan pemahaman dari karya aslinya dan niat penulis penterjemah. Tapi siapa yang memutuskan ini salah dan itu benar?" klaimnya.

Baca Juga: Dianggap Rasis dan Vulgar, Buku Terjemahan Puisi Tagore Jadi Kontroversi

Bahkan Feng membandingkan dengan karya Tagore yang diterjemahkan oleh penulis lainnya. "Apakah dasarnya akurat atau seseorang yang harus spiritual, liar atau puitis?" lanjutnya lagi.

Kontroversi terjemahan buku kumpulan puisi 'Stray Birds' tersebut dimulai sejak akhir pekan lalu. Setelah melalui perdebatan panjang dan kontroversi, akhirnya penerbit memutuskan untuk menariknya dari toko-toko buku dan situs penjualan online pada Senin (28/12) lalu.


(tia/dal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads