Dianggap Rasis dan Vulgar, Buku Terjemahan Puisi Tagore Jadi Kontroversi

Dianggap Rasis dan Vulgar, Buku Terjemahan Puisi Tagore Jadi Kontroversi

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 30 Des 2015 08:11 WIB
Dianggap Rasis dan Vulgar, Buku Terjemahan Puisi Tagore Jadi Kontroversi
Foto: Istimewa/ BBC
Jakarta - Rabindranath Tagore dikenal sebagai penyair, seniman, dan sastrawan asal Bengali yang karyanya mendunia. Namun, di Tiongkok sebuah buku terjemahan puisi Tagore yang diterjemahkan oleh novelis ternama Feng Tang ditarik dari pasaran.

Buku 'Stray Birds' yang menimbulkan kontroversi tersebut dicabut sejak Senin (28/12) lalu karena perdebatan yang ditimbulkan. Penerbit Zhejiang Wenyi Publishing House pun sudah menariknya dari toko buku dan situs penjualan online, meski ada beberapa buku yang sudah laku.

Perdebatan terjadi karena buku yang diterjemahkan Feng salah tafsir. Bukunya justru menggunakan bahasa yang vulgar, erotis, dan mengandung unsur rasisme. Sebuah review dari media setempat mengatakan pekerjaan terjemahan Feng sangat 'ganas'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia memilih kata-kata yang vulgar, janggal dan membuat orang-orang bertanya, apakah versi aslinya seperti itu," tulisnya, seperti dilansir dari BBC, Rabu (30/12/2015).



Kolumnis Raymond Zhou di China Daily juga melontarkan kritik yang sama. "Tagore adalah Dewa Sastra terkemuka di Asia, karyanya dikagumi dan dihormati di seluruh dunia dan sangat dicintai di Tiongkok. Bukunya masuk dalam kurikulum dan diajarkan di sekolah-sekolah. Ada banyak versi yang berhasil diterjemahkan di Tiongkok, maka tidak heran jika satu lagi akan muncul dengan tafsir yang berbeda," tulisnya.

Sejak penarikan dan adanya kontroversi, masyarakat Tiongkok ada yang beranggapan peristiwa tersebut terlalu berlebihan. Mereka menilai publik bisa memilih buku yang baik untuk dibeli dan yang tidak. Pihak sekolah pun bisa tidak memilih bahan ajar yang benar.

Tagore merupakan sastrawan yang pernah meraih anugerah Nobel Sastra di tahun 1913. Buku 'Stary Birds' karyanya diterjemahkan dalam bahasa Inggris pada 1916 silam, sebelumnya bahasa Bengali. Di dalamnya terdapat 320 puisi pendek. Sepanjang hidupnya, dia telah menerbitkan lebih dari 50 buku puisi dan menulis beragam genre sastra.


(tia/dal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads