'Memorandum' merupakan momen penting karena menjadi pengukuhan cara dan jalan hidup seorang Purjito dalam merawat kearifan, semangat, dan ketajaman batin agar peka terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Dalam keterangannya, kurator pameran Suwarno Wisetrotomo mengatakan Purjito menjadikan ruang pamer sebagai ruang pertemuan imajiner bagi para pemimpin dunia. "Ia memvisualkan dalam patung figur-figur para pemimpin negara Indonesia di pameran tunggalnya," ungkapnya, Selasa (22/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Soekarno, Gus Dur, Soeharto, BJ Habibie dan Ainun Habibie, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Joko Widodo. Purjito juga menampilkan sosok pemimpin mancanegara seperti Barack Obama, Margaret Thatcher, dan Yaser Arafat.
![]() |
"Mereka adalah sosok pemimpin sekaligus inspirator. Dari merekalah, setiap generasi di negeri ini terus bisa belajar banyak hal, misalnya bagaimana mereka membangun dan mewujudkan impiannya, kehidupan pribadi, aktivitas kemasyarakatan, sosial, politik, ekonomi, dan bagaimana mereka sampai pada pencapaian tugas sejarah seperti itu," ungkapnya.
Purjito dikenal sebagai pematung yang memiliki kemampuan teknik bentuk realistik dalam berkarya. Dalam rentang waktu 27 tahun berkarier sebagai perupa, Purjito telah menggelar lima pameran tunggal.
Di antaranya adalah Pameran Tugas Akhir di ISI Yogyakarta (1988); "Mentari Kecil" di Galeri 678, Kemang, Jakarta (2007); "Mandala Cakra" di FSRD ITB (2009); "Sembah" di Taman Budaya Yogyakarta (2014); dan "Memorandum" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2015).
Pameran yang terselenggara berkat Studio Seni Purjito dan bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia akan dibuka 22 Desember pukul 19.30 WIB dan ditutup pada 8 Januari 2016 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia.
(tia/tia)












































