Karya seni yang mengambarkan Jobs sebagai migran Suriah itu tengah membawa komputer. Serta tas jinjing yang diduga berisikan harta dari pengungsi.
Dalam sebuah pernyataan publik baru-baru ini, Banksy mengatakan karya seni terbarunya tersebut merupakan sebuah sindiran. "Kami sebagai masyarakat dituntun untuk percaya bahwa para pengungsi menguras sumer daya negara tapi bagaimana kalau Steve Jobs adalah anak seorang migran Suriah," ucapnya dilansir dari BBC, Selasa (15/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Apple merupakan perusahaan yang paling menguntungkan di dunia dan setiap tahunnya membayar $ 7 miliar pajak. "Perusahaannya tetap ada karena pemuda dari Homs itu," lanjutnya.
Karya seni Banksy dicat di bawah jembatan di sebuah kamp pengungsi Calais. Jobs mengenakan kaos dagang polo berwarna hitam dan kacamata. Gambarnya berada di dekat dengan sepotong grafiti yang bertuliskan, "Tidak ada yang layak untuk hidup seperti ini!"
Kamp pengungsi di Calais adalah rumah bagi 7000 migran dan pengungsi. Mayoritas mereka berasal dari Suriah, Afghanistan, dan Eritrea.
(tia/tia)











































